KALTIMPOST.ID, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Bhaktiku Negeri tahun 2025.
Kelompok PMM Bhaktiku Negeri kelompok 65 yang beranggotakan 5 mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan, mengangkat tema “Bergerak Menuju Desa Sehat Bersama PMM Bhaktiku Negeri 2025 Melalui Sosialisasi Edukasi Penyakit Tidak Menular”.
Annisa Zulfaturahmah, salah satu mahasiswi UMM yang tinggal di Desa Gunung Intan, Kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara, kepada Kaltim Post, Senin (10/2) mengatakan, bahwa pada kesempatan baru-baru ini mahasiswa PMM Bhaktiku Negeri kelompok 65 melakukan penyuluhan mengenai flatfoot dan skoliosis di SMP Negeri 2 Grati, Pasuruan dengan maksud untuk memberikan edukasi kepada pelajar berupa pengertian, dampak, faktor risiko, serta bagaimana pencegahan dan cara mengetahui adanya flatfoot dan skoliosis, antusias pelajar sangat besar sekali sehingga penyuluhan yang diselenggarakan berjalan dengan lancar dan tertib.
Flatfoot adalah kondisi di mana lengkung kaki tidak terbentuk dengan baik, sehingga telapak kaki tampak datar.
Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti nyeri pada kaki, lutut, dan punggung, serta kesulitan dalam berjalan atau berolahraga.
Flatfoot dapat terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa, dan sering kali disebabkan oleh faktor genetik, cedera, atau kondisi medis tertentu.
Skoliosis adalah kelainan pada tulang belakang yang ditandai dengan kelengkungan abnormal.
Biasanya, tulang belakang memiliki kurva alami, tetapi pada penderita skoliosis, kurva ini menjadi lebih mencolok, sering kali berbentuk huruf "S" atau "C".
Skoliosis dapat menyebabkan ketidaknyamanan, nyeri punggung, dan dalam kasus yang parah, dapat memengaruhi fungsi organ tubuh.
Dalam Kemenkes RI pada tahun 2016 kasus flat foot di Indonesia pada populasi anak usia 7-12 tahun mencapai 27.574.728 anak, sedangkan untuk kasus skoliosis di Indonesia sendiri, penelitian terbaru menunjukkan prevalensi skoliosis idiopatik remaja berkisar antara 2-4 persen dari total populasi remaja usia sekolah (Widodo & Siswanto, 2021). Mahasiswa PMM
Bhaktiku Negeri kelompok 65 melakukan upaya untuk mengetahui apakah telapak kaki dan postur tubuh pelajar SMP Negeri 2 Grati terdapat tanda adanya flatfoot dan skoliosis.
Upaya yang dilakukan adalah melakukan Clark Angle (Tes Lengkung Kaki) yaitu memanfaatkan cat akrilik untuk melihat bentuk telapak kaki.
Pelajar SMP Negeri 2 Grati diarahkan untuk mengecat kakinya secara mandiri kemudian menempelkan pada kertas kosong, sehingga membentuk telapak kaki dan perhitungannya.
Kemudian untuk mengetahui postur tubuh yang terdeteksi skoliosis menggunakan Adam forward Test untuk menilai postur tubuh dan melihat apakah ada ketidakseimbangan pada bahu atau pinggul dan menggunakan aplikasi Scoliometer untuk menilai kemiringan pada kondisi scoliosis.
Mahasiswa PMM Bhaktiku Negeri kelompok 65 berharap dengan adanya edukasi berupa penyuluhan ini pelajar SMP Negeri 2 Grati dapat peduli dan selalu menjaga kesehatan agar terhindar dari hal- hal yang tidak diinginkan. (*)
Editor : Dwi Puspitarini