KALTIMPOST.ID, Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali membuat pernyataan mengejutkan terkait Jalur Gaza.
Dalam wawancara dengan Fox News pada Senin (10/2/2025), Trump mengeklaim dirinya ingin mengembangkan Gaza sebagai real estate pribadi dan menolak warga Palestina kembali ke wilayah tersebut.
"Anggap saja ini sebagai pengembangan real estate untuk masa depan. Ini akan menjadi sebidang tanah yang indah," ujar Trump.
Baca Juga: Angka Kunjungan ke Kaltim Melonjak, Balikpapan Tertinggi, Wisatawan Tiongkok Mendominasi
Trump juga menegaskan bahwa warga Gaza yang direlokasi tidak akan diizinkan kembali ke tanah mereka.
"Tidak, mereka tidak akan kembali, karena mereka akan memiliki perumahan yang jauh lebih baik," katanya.
Ia beralasan bahwa Gaza tidak layak huni dan pembangunan kembali akan memakan waktu lama.
Bahkan, Trump menyebut dirinya bisa menekan Yordania dan Mesir untuk menerima warga Palestina yang dipindahkan.
Baca Juga: Implementasi Manajemen K3 di Perusahaan Terkendala, Biaya Masih Dianggap Tinggi
"Kami memberi mereka miliaran dolar setiap tahun. Saatnya mereka melakukan sesuatu," tegasnya.
Pernyataan ini langsung menuai kecaman internasional. Banyak pihak menilai rencana Trump serupa dengan proposal Jared Kushner, menantunya, yang pada 2024 menyebut properti di tepi laut Gaza sebagai aset berharga.
Meski menuai kritik, Trump tetap bersikeras dengan idenya. Sementara itu, Raja Yordania Abdullah dijadwalkan bertemu Presiden AS pekan ini untuk membahas situasi tersebut. (*)
Editor : Dwi Puspitarini