Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Profil Muhsin Hendricks, Imam Masjid Gay Pertama di Dunia yang Tewas Ditembak

Hernawati • Selasa, 18 Februari 2025 | 15:01 WIB
Muhsin Hendricks, imam masjid saat berada di Cape Town.
Muhsin Hendricks, imam masjid saat berada di Cape Town.

KALTIMPOST.ID, Muhsin Hendricks, imam masjid pertama yang mengakui dirinya adalah seorang gay, tewas ditembak oleh orang tak dikenal. Peristiwa penembakan itu terjadi di Kota Gqeberha, Afrika Selatan, pada Sabtu (15/2).

Dari informasi yang dihimpun berbagai sumber, Muhsin Hendricks dibunuh ketika kendaraan yang ia tumpangi dicegat oleh dua pria bertopeng yang mengendarai truk pikap.

Salah satu pelaku keluar dari mobil mengeluarkan pistol dan mengarahkan tembakan ke Muhsin Hendricks yang duduk di kursi belakang. Alhasil, Muhsin Hendricks meninggal di tempat kejadian.

Sementara itu, video asli yang mengungkap kronologi penembakan Muhsin Hendricks beredar luas di media sosial. Dalam video terlihat sebuah mobil berhenti dan menghalangi mobil Muhsin Hendricks.

Kemudian seorang pelaku melompat dari mobil dan berlari ke mobil Muhsin Hendricks. Ia menembaki imam gay itu berulang kali lewat jendela mobil belakang.

Polisi telah mengonfirmasi bahwa video yang beredar asli dan mengatakan motif penembakan masih ditelusuri.

“Motif pembunuhan itu tidak diketahui dan merupakan bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung,” ucap polisi setempat.

Walau motif penembakan belum terkonfirmasi, banyak yang menduga pria 57 tahun itu dibunuh karena perannya sebagai imam gay pertama di dunia dan advokasinya terhadap inklusi LGBTQ+ dalam komunitas muslim.

Sejumlah orang bersaksi di daring, bila Muhsin Hendricks ditembak usai meresmikan pernikahan pasangan lesbian setelah sebelumnya beberapa imam menolak menikahkan pasangan tersebut. Namun, laporan ini belum terkonfirmasi jelas.

Kematian Muhsin Hendricks mengejutkan komunitas LGBTQ+ dari seluruh dunia.

Direktur Eksekutif di International Lesbian, Gay, Bisexual, Trans and Intersex Association (ILGA) Julia Ehrt mengecam pembunuhan tersebut.

“Keluarga ILGA World sangat terkejut dengan berita pembunuhan Muhsin Hendricks. Kami meminta pihak berwenang untuk menyelidiki secara menyeluruh apa yang kami khawatirkan sebagai kejahatan kebencian,” ujarnya.

Sosok Muhsin Hendricks

Muhsin Hendricks merupakan pendiri Masjid Al-Ghurbaah di Wynberg, dekat tempat kelahirannya di Cape Town. Masjid ini menjadi tempat perlindungan bagi kaum muslim LGBTQ+.

Di tahun 1966 ia membuat pengakuan yang mengejutkan komunitas muslim di Cape Town bahwa dirinya adalah seorang gay.

Di tahun yang sama, ia mendirikan The Inner Circle, sebuah organisasi yang menyediakan dukungan dan tempat yang aman bagi muslim queer yang ingin menyelaraskan iman dan seksualitas mereka.

Meski telah sering mendapatkan ancaman, ia tetap teguh dalam misinya untuk mempromosikan pemahaman dan penerimaan dalam komunitas muslim. Ia juga memilih untuk tidak menyewa pengawal dengan mengatakan bahwa kebutuhan untuk bersikap autentik lebih besar daripada rasa takut mati.

Editor : Hernawati
#imam gay #afrika selatan #Muhsin Hendricks