KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Aliansi Mahasiswa Kota Minyak melakukan aksi massa bertajuk Indonesia Gelap di depan Kantor DPRD Balikpapan pada Jumat (21/2).
Aksi hingga malam hari ini diwarnai dengan dorong-dorongan dengan aparat kepolisian sebelum akhirnya berujung ricuh sekitar pukul 20.30 Wita.
Dari pantauan Kaltim Post, mahasiswa tidak kunjung bubar dan mau bertahan sampai perwakilan rakyat dapat menemui dan mendengarkan tuntutannya.
Sebelumnya, mahasiswa sudah diimbau aparat kepolisian untuk bubar. Namun mahasiswa masih bertahan untuk bisa menyampaikan seluruh tuntutannya.
Sampai akhirnya puluhan polisi memukul mundur secara paksa dengan dibantu kendaraan Watercanon.
Kendaraan watercanon, diarahkan langsung ke sejumlah mahasiswa agar bisa bubar. Semoat terjadi kejar-kejaran antara polisi dan mahasiswa. Akibatnya satu mahasiswa ditangkap aparat kepolisian.
Sebelumnya, mereka terus menyuarakan kritikan tajam terhadap kebijakan pemerintahan Prabowo yang dinilai tidak pro rakyat kelas menengah ke bawah.
Di tengah menyuarakan kritikan itu, mereka membakar ban sebagai bentuk kemarahan mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah.
Kompleksnya masalah Indonesia mulai dari efesiensi anggaran yang berdampak terhadap sektor pendidikan dan kesehatan.
Padahal dua sektor ini menjadi salah satu hal yang vital dan butuh diprioritaskan bagi rakyat Indonesia.
Namun, rezim Prabowo, ungkap mahasiswa dalam orasinya, hanya fokus terhadap program Makan Bergizi Gratis.
Anggaran digelontorkan sangat besar, namun pendidikan tidak menjadi sorotan untuk dibenahi oleh pemerintah.
"Maka kami butuh pendidikan gratis, bukan makanan gratis," ucapnya sala satu mahasiswa yang menyampaikan aspirasinya.(*)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko