Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

BBN Airlines Tumbang Layani Penerbangan Komersial setelah Lima Bulan, Ada Apa?

Thomas Dwi Priyandoko • Sabtu, 8 Maret 2025 | 06:16 WIB

BBN Airlines menghentikan penerbangan domestik di Indonesia. (Foto: Lenny Diary)
BBN Airlines menghentikan penerbangan domestik di Indonesia. (Foto: Lenny Diary)

KALTIMPOST.ID, JAKARTA-Maskapai BlueBird Nordic Airlines atau BBN Airlines resmi menghentikan operasional mereka melayani penerbangan komersial di Indonesia.

Maskapai penerbangan asal Irlandia ini tumbang setelah bertahan selama kurang lebih lima bulan sejak 27 September 2024.

BBN Airlines terakhir melayani rute penerbangan Jakarta-Surabaya dan Jakarta-Denpasar. Sebelumnya pada 29 Oktober 2024 mereka menutup rute Jakarta-Balikpapan.

Penutupan baru diketahui setelah protes dari sebagian penumpang yang tiba-tiba tiket mereka dibatalkan sepihak tanpa informasi yang jelas dari BBN Airlines.

Terkait hal ini, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi membenarkan bahwa BBN Airlines telah menghentikan layanan penerbangan komersial di Indonesia.

Maskapai BBN Airlines mengalihkan bisnis mereka sepenuhnya ke bisnis penyewaan pesawat sejak awal 2025 ini.

"Sriwijaya Air menjadi pelanggan pertama yang menyewa pesawat dari BBN Airlines," ujarnya di Jakarta.

Sebelum terjun melayani penerbangan komersial, BBN Airlines telah beroperasi di Indonesia sebagai layanan kargo baik domestik dan interneasional.

Selain itu juga ada layanan sewa pesawat beserta awak kabinnya melalui layanan Aircraft, Crew, Maintenance, and Insurance atau ACMI.

Dengan beralih ke bisnis menyewakan pesawat, Dudy Purwagandhi mengatakan hal ini menjadi pergeseran model bisnis maskapai dari operator penerbangan menajdi penyedia pesawat bagi maskapai lain.

Ia menjabarkan, keputusan BBN Airlines untuk menghentikan operasional penerbangan diduga terkait dengan tantangan industri aviasi global.

Menhub Dudy menjelaskan bahwa dua raksasa produsen pesawat dunia, Airbus dan Boeing, masih dalam tahap pemulihan pascapandemi Covid-19.

Akibatnya, ketersediaan pesawat di pasar sangat terbatas, sehingga bisnis penyewaan pesawat menjadi lebih menjanjikan.

“Jumlah pesawat terbatas secara global, membuat kita menjadi tidak gampang mendapatkan pesawat,” terangnya.

Langkah BBN Airlines ini memperlihatkan tren baru di industri penerbangan, di mana bisnis penyewaan pesawat semakin diminati karena permintaan tinggi dan stok pesawat yang terbatas.

Namun, keputusan ini juga meninggalkan tanda tanya besar: Apakah BBN Airlines memang sejak awal tidak siap mengelola rute komersial?

Editor : Thomas Dwi Priyandoko
#bbn airlines indonesia #BBN Airlines #menteri perhubungan #penerbangan komersial