KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN–Pertemuan para pegiat sastra melayu, bakal terhelat di Samarinda. Agenda garapan Dewan Kesenian Kaltim tersebut akan dihadiri tiga negara sekaligus yakni Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Kali kedua mendapat kesempatan sebagai tuan rumah, Kaltim tentu saja berbangga diri. Ketua Dewan Kesenian Kaltim Syafril Teha Noer menilai, ini jadi pengakuan dari negara lain bahwa Kaltim punya potensi di bidang tersebut.
“Sebelumnya tahun 2011, penggeraknya masih Korrie Layun Rampan. Jadi, saya melihatnya ini jadi bentuk pengakuan lah dari teman-teman negara serumpun Melayu,” kata dia.
Terlaksananya kegiatan ini, lanjutnya, diharapkan memicu gairah sastra lebih meletup-letup. Ini cukup penting untuk pengembangan sastra, khususnya sastra melayu di Indonesia.
Sejatinya, sambung dia, Kaltim sendiri harus dicatat kontribusinya terhadap perkembangan sastra nasional. Mengingat, banyaknya tokoh sastrawan yang menetaskan ide-ide luar biasa.
Sebut saja Korrie Layun Rampan, sastrawan asli Kaltim yang lahir di Samarinda. Selanjutnya, ada nama Hasan Aspahani, sastrawan kelahiran Kutai Kartanegara (Kukar) yang juga berkiprah di kancah nasional.
“Itu baru di kancah sastra, masih banyak di sektor-sektor yang lain. Jadi sebetulnya Kalimantan Timur ini potensinya dahsyat, dan Dewan Kesenian ingin mencoba merawat itu,” tuntas Syafril. (*)
Editor : Almasrifah