KALTIMPOST.ID, Media sosial tengah dihebohkan dengan aksi seorang pria asal Pasuruan, Jawa Timur, yang memamerkan tumpukan uang pecahan baru dalam jumlah fantastis.
Pria bernama Wildan ini membagikan video dirinya dengan gepokan uang yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Tak butuh waktu lama, aksinya pun viral dan memicu berbagai reaksi dari warganet, terutama menjelang Lebaran, saat masyarakat kesulitan mendapatkan uang baru untuk dibagikan ke sanak saudara.
Baca Juga: Kapolda Kaltim yang Baru Irjen Endar Priantoro Ajak Kerja Sama Semua Pihak untuk Jaga Kondusivitas
Banyak warganet mempertanyakan bagaimana pria tersebut bisa memperoleh uang sebanyak itu, sementara mereka sendiri mengalami kesulitan menukarkan uang baru di bank.
Salah satu pengguna media sosial X dengan akun @Xkro** mengungkapkan kekecewaannya.
"Ini kita kesusahan nyari tuker duit baru, lah dia bisa dapet segitu banyak darimana? 2M itupun tanggal 19 Maret lalu, bahkan yang kerja di bank aja susah dapet tukeran duit baru," tulisnya di X, dikutip pada Senin, 24 Maret 2025.
Baca Juga: Momen Ramadan hingga Jelang Lebaran, Manusia Gerobak di Balikpapan Kian Marak
Bank Indonesia Buka Suara
Menanggapi viralnya video tersebut, Bank Indonesia (BI) langsung memberikan klarifikasi melalui akun resminya di X, @bank_indonesia.
Mereka menegaskan bahwa BI tidak bekerja sama dengan pihak mana pun dalam menyediakan jasa tukar uang di luar mekanisme resmi.
"Sangat disayangkan sekali jika hal tersebut terjadi. Bank Indonesia tidak bekerja sama dengan pihak mana pun yang melakukan jasa penukaran uang di luar mekanisme resmi," tulis BI dalam pernyataannya.
Baca Juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa untuk Wilayah Balikpapan, Paser dan PPU Hari Ini, Selasa 25 Maret 2025
Lebih lanjut, BI menjelaskan bahwa masyarakat hanya bisa mendapatkan uang pecahan baru melalui layanan resmi yang telah disediakan, yaitu program SERAMBI 2025.
Untuk menukarkan uang, masyarakat wajib melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui situs resmi BI di pintar.bi.go.id.
"Seluruh layanan penukaran uang Rupiah hanya tersedia di Bank Indonesia, baik melalui layanan kas keliling maupun perbankan resmi yang telah berpartisipasi dalam program SERAMBI 2025. Pemesanan dilakukan melalui laman PINTAR di https://pintar.bi.go.id terlebih dahulu ya," jelas BI.
Baca Juga: Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadhan? Ini Penjelasannya!
Waspada Modus Penipuan!
BI juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam melakukan transaksi tukar uang di luar jalur resmi.
Meskipun jual beli uang Rupiah tidak dilarang, ada potensi unsur pidana jika transaksi tersebut melibatkan penipuan atau peredaran uang palsu.
"Sebagai informasi, aktivitas jual beli uang Rupiah tidak dilarang, namun dapat memiliki unsur pidana jika terbukti melanggar hukum, seperti menggunakan modus penipuan atau mengedarkan uang palsu," tambah BI.
Baca Juga: Dua Sholat yang Paling Berat bagi Orang Munafik, Ini Penjelasannya!
Oleh karena itu, BI mengimbau masyarakat agar hanya menukarkan uang di tempat-tempat resmi untuk memastikan keasliannya dan menghindari risiko penipuan.
"BI mengimbau masyarakat untuk menukar uang di layanan resmi agar terjamin keasliannya dan terjaga keamanannya. Semoga informasinya membantu, ya," tutup pernyataan BI.
Video Wildan yang memamerkan tumpukan uang baru ini masih menjadi perbincangan panas di media sosial.
Banyak warganet yang meminta pihak berwenang menelusuri bagaimana uang tersebut bisa didapatkan dalam jumlah besar, sementara masyarakat umum kesulitan mengaksesnya. ***
Editor : Dwi Puspitarini