Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Sebelum Meninggal, Juwita Sempat Menyimpan Bukti di Laptopnya! Ini yang Ditemukan Polisi

Dwi Puspitarini • Kamis, 27 Maret 2025 | 11:42 WIB
Ilustrasi. Polisi temukan bukti mencurigakan di laptop Juwita. Dugaan awal kecelakaan kini berubah menjadi kasus pembunuhan.
Ilustrasi. Polisi temukan bukti mencurigakan di laptop Juwita. Dugaan awal kecelakaan kini berubah menjadi kasus pembunuhan.

KALTIMPOST.ID, Kepergian Juwita (23), seorang jurnalis yang dikenal gigih dalam mencari berita, menyisakan duka mendalam bagi rekan-rekannya.

Namun, di balik kabar meninggalnya Juwita, muncul banyak tanda tanya yang membuat rekan sesama jurnalis mempertanyakan penyebab kematiannya.

Sebelumnya, Juwita disebut meninggal karena kecelakaan tunggal di Jalan Gunung Kupang, Banjarbaru, pada Minggu (23/3). Namun, sejumlah kejanggalan membuat dugaan tersebut mulai dipertanyakan.

 Baca Juga: Warga yang Tinggal di Desa Akan Menikmati Internet Gratis, Pemprov Akan Optimalkan Fasilitasnya...

Rekan Ungkap Luka yang Tidak Wajar

Teny, salah satu rekan dekat Juwita, mengaku terkejut saat melihat kondisi jenazah di pemulasaraan. Ia menemukan beberapa luka yang menurutnya tidak sesuai dengan kecelakaan tunggal.

"Ada bekas memar di bawah mata serta di leher hingga daun telinga kiri, padahal dia ditemukan mengenakan helm. Bajunya juga tidak kotor seperti korban kecelakaan biasa," ungkap Teny.

Menurutnya, hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa ada sesuatu yang janggal di balik kematian Juwita.

"Terlalu janggal kalau Juwita disebut kecelakaan tunggal. Kalau laka, pasti bajunya kotor dan rusak," tambahnya.

 Baca Juga: Hindari 4 Kebiasaan Ini yang Sering Bikin Penumpang Pesawat Lain Terganggu

Dugaan Perampokan yang Berubah Menjadi Pembunuhan

Koordinator Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Persiapan Banjarmasin, Rendy Tisna, juga sempat menduga bahwa Juwita menjadi korban begal.

Dugaan ini muncul karena dompet dan ponsel korban tidak ditemukan di lokasi kejadian.

"Jangan buru-buru menyimpulkan sebelum ada bukti yang kuat. Semua kemungkinan dan motif di balik kematiannya harus diperiksa secara menyeluruh, termasuk dugaan kekerasan," tegas Rendy, Senin (24/3).

 Baca Juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa untuk Wilayah Balikpapan, Paser dan PPU Hari Ini, Kamis 27 Maret 2025

Namun, seiring berjalannya penyelidikan, dugaan bahwa Juwita tewas akibat kecelakaan ataupun perampokan mulai terbantahkan.

Polisi menemukan petunjuk penting dalam laptop Juwita yang mengarah ke terduga pelaku.

Laptop Juwita Jadi Kunci Pengungkapan Kasus

Pihak kepolisian yang terus mengusut kasus ini menemukan sesuatu yang mencurigakan dari barang pribadi Juwita yang masih tersisa, yaitu laptopnya.

Dari laptop tersebut, polisi menemukan bukti percakapan yang kemudian menjadi petunjuk penting menuju tersangka.

 Baca Juga: 5 Pernyataan Pejabat Paling Kontroversial di Maret 2025, Nomor 3 Bikin Geleng-Geleng!

Belakangan, informasi mengenai pelaku mulai terungkap. Diduga kuat, pelaku adalah seorang anggota TNI AL yang juga merupakan kekasih Juwita.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, kabar yang beredar mengenai keterlibatan oknum TNI akhirnya dikonfirmasi oleh Komandan Polisi Militer Lanal Balikpapan, Mayor Laut (PM) Ronald L Ganap.

"Benar, pembunuhan dilakukan oleh oknum TNI AL pangkat I berinisial J," ujar Ronald, Rabu (26/3/2025).

 Baca Juga: Kombes Pol Anton Firmanto Cek Tol Balikpapan-IKN hingga Personel di Pos Pengamanan

Ronald juga mengungkapkan bahwa pelaku telah berdinas di TNI AL selama empat tahun. Saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan mendalam terkait hubungan antara pelaku dan korban.

"Perkembangan akan kami sampaikan," tambah Ronald singkat. Kepergian Juwita yang tragis membuat rekan-rekannya terus menuntut kejelasan dan keadilan.

Sekretaris PWI Banjarbaru, Zepi Al Ayubi, menekankan bahwa kematian Juwita tidak boleh berhenti sebagai kasus biasa.

"Kami meminta aparat untuk mengusut tuntas kasus ini, karena ada banyak kejanggalan yang harus dijelaskan," tegas Zepi. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#jurnalis tewas #jurnalis dibunuh #kasus pembunuhan wartawan #kalimantan selatan #oknum tni al #juwita #Wartawati #bukti di laptop #banjarbaru