Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Polresta dan Wali Kota Sama-Sama Selidiki BBM Pertamax yang Diduga Tercemar, Akibatnya Kendaraan Rusak Parah

Eko Pralistio • Jumat, 28 Maret 2025 | 20:50 WIB
Sejumlah kendaraan di Kota Samarinda mengalami mogok massal dalam beberapa hari terakhir.  (FOTO/IST)
Sejumlah kendaraan di Kota Samarinda mengalami mogok massal dalam beberapa hari terakhir. (FOTO/IST)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Sejumlah kendaraan di Kota Samarinda mengalami mogok massal dalam beberapa hari terakhir. Dugaan kuat menyebutkan bahwa kejadian ini terjadi setelah kendaraan-kendaraan tersebut mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Akibatnya, pemilik kendaraan terpaksa membongkar dan menguras tangki BBM mereka.

Menanggapi keluhan masyarakat, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengerahkan Satreskrim untuk melakukan pemeriksaan di sejumlah SPBU. Namun, hingga saat ini belum ditemukan bukti kuat bahwa BBM menjadi penyebab utama kerusakan kendaraan.

"Kami masih melakukan pemeriksaan ke SPBU yang ada di wilayah Samarinda. Sementara ini, belum ada temuan yang signifikan," ujar Hendri saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (27/3).

Selain pihak kepolisian, Wali Kota Samarinda Andi Harun juga menginstruksikan dinas terkait untuk mengambil sampel BBM di beberapa SPBU guna memastikan kebenaran dugaan tersebut.

"Kami akan ambil sampel untuk memastikan benar atau tidak. Nanti saya arahkan Asisten II untuk menangani ini," ujar Andi Harun usai berbuka puasa dengan awak media, Kamis (27/3).

Dikonfirmasi terpisah, Plt. Kepala Puskesmas Sambutan, drg. Nadia Tri Handayani Kuncoro, membenarkan bahwa ambulans puskesmas mengalami kerusakan yang diduga akibat BBM jenis Pertamax.

Menurutnya, pada Senin (24/3) sekitar pukul 13.00 Wita, mobil ambulans puskesmas mengisi BBM Pertamax sebanyak 20 liter di SPBU Jalan Pelita II, Kecamatan Sambutan, Saamarinda.

Setelah pengisian, sopir mengembalikan ambulans ke puskesmas karena belum ada jadwal penggunaan. Namun, keesokan harinya, saat kendaraan digunakan untuk perjalanan ke Posyandu Lansia dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda, ambulans mengalami kendala serius.

"Di tengah perjalanan, menurut sopir kami, mobil kehilangan tenaga. Saat melewati tanjakan, mesin tidak mampu memberikan daya dorong," ujar Nadia, Jumat (28/3).

Karena kondisi yang membahayakan, sopir memutuskan untuk tidak menggunakan kendaraan tersebut dan memilih memakai kendaraan pribadi untuk menyelesaikan tugasnya. Setelah itu, untuk memastikan kondisi ambulans, sopir membawanya ke bengkel terdekat.

"Saat dicek montir, ditemukan adanya kerusakan pada In-Tank Fuel Pump. Ternyata ada endapan yang menghambat aliran bahan bakar," ungkapnya.

Laporan terbaru dari perawat Puskesmas Sambutan yang menerima hasil pemeriksaan montir pada Jumat (28/3) mengungkapkan bahwa saat dilakukan perbaikan, ditemukan endapan padat di BBM Pertamax yang menyumbat filter pompa bahan bakar.

"Endapan ini menghambat aliran BBM bersih, yang juga berfungsi sebagai pendingin. Jika aliran terganggu, pompa bahan bakar bisa mengalami panas berlebih dan menyebabkan kerusakan, bahkan pada kendaraan baru sekalipun," ucap drg Nadia, menjelaskan laporan montir. 

Berdasarkan pengalaman bengkel, lanjut dia, endapan tersebut bukanlah akumulasi kerak atau kotoran dari sisa BBM sebelumnya. Montir menduga bahwa endapan berasal dari campuran bahan pewarna BBM yang baru diisi.

"Ini pertama kali ditemukan oleh montir kami, sampai dia heran kenapa BBM bisa sekotor ini. Endapan ini ditemukan di Pertamax, sedangkan pada Pertalite juga ada endapan, tapi dalam jumlah yang masih dianggap normal," tambahnya.

Editor : Uways Alqadrie
#bbm oplosan #spbu #pertamina #BBM Oplosan di Kendaraan #Polresta Samarinda