KALTIMPOST.ID, JAKARTA- Sebanyak 25 kepala daerah yang belum mengikuti retret akan mengikuti gelombang kedua. Termasuk yang berasal dari PDIP, Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum telah memberikan arahan tegas untuk mengikuti retret gelombang kedua yang akan segera digelar.
Hal ini disampaikan Juru Bicara sekaligus Ketua DPP PDIP, Ahmad Basarah. "Hal tersebut adalah arahan dari Bu Megawati," ujarnya, dalam pernyataan kepada wartawan, dikutip Jumat (4/4/2025).
Menurut Basarah, Megawati menilai pentingnya seluruh kepala daerah dari PDIP untuk mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri tersebut.
“Sudah ada kesepakatan kami bahwa kepala daerah dari PDIP yang belum ikut retret angkatan pertama, akan ikut pada angkatan ke kedua,” jelasnya.
Sikap Megawati ini berbeda dari sebelumnya, saat gelombang pertama retret digelar sehari setelah Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap dan perintangan penyidikan Harun Masiku.
Kala itu, Megawati mengeluarkan surat instruksi kepada para kepala daerah untuk menunda keberangkatan mereka ke Magelang.
Isi surat tersebut menyebutkan, “Kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk menunda perjalanan yang akan mengikuti retret di Magelang pada tanggal 21–28 Februari 2025. Sekiranya telah dalam perjalanan menuju Kota Magelang untuk berhenti dan menunggu arahan lebih lanjut dari ketua umum.”
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, mengungkapkan bahwa retret gelombang kedua akan diadakan dengan format yang lebih sederhana dibandingkan sebelumnya, menyesuaikan dengan keterbatasan anggaran.
“Ada 49 kepala daerah yang belum mengikuti retret secara total, sebagian akan mengikuti gelombang kedua,” ungkapnya usai menemui Presiden Joko Widodo di Solo.
Bima menjelaskan, sebanyak 25 kepala daerah akan mengikuti gelombang kedua, termasuk para gubernur dan bupati/wakil bupati dari Bali yang sebelumnya absen, serta kepala daerah yang sempat bersengketa di Mahkamah Konstitusi.
Soal lokasi, Kementerian Dalam Negeri belum memastikan apakah retret akan kembali digelar di Akmil Magelang atau di tempat lain.
“Tempatnya juga belum bisa dipastikan. Bisa di Magelang atau di tempat-tempat lain, dengan konsep lebih minimalis. Kira-kira 25 sampai 30 kepala daerah,” jelas Bima.
Kemendagri sendiri telah menyiapkan tiga gelombang retret kepala daerah, di mana gelombang terakhir dijadwalkan berlangsung setelah pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada 2024.
Editor : Uways Alqadrie