KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN-Puncak kepadatan arus lalu lintas di Pelabuhan Penyeberangan Kariangau sudah berakhir pada awal pekan ini.
Satuan Pelayanan (Satpel) Pelabuhan Penyeberangan Kariangau, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kaltim mencatatkan puncak kepadatan kendaraan lintasan Kariangau-Penajam, telah terjadi pada H2 dan H+1 Lebaran. Yakni 1 dan 2 April lalu. Dengan jumlah kendaraan melebihi 6 ribu unit.
Dari data laporan pergerakan angkutan lebaran 2025, jumlah penumpang pejalan kaki pada H2 Lebaran atau Selasa (1/4) sebanyak 800 orang dan jumlah penumpang dalam kendaraan sebanyak 7.361 orang. Dengan total penumpang 8.161 orang.
Naik 50 persen dari periode yang sama tahun 2024. Sementara kendaraan roda 2 sebanyak 3.431 unit atau naik sebesar 131 persen dari periode Lebaran tahun lalu.
Dan kendaraan roda empat atau lebih sebanyak 6.161 unit. Melonjak 633 persen dari H2 Lebaran 2024, sebanyak 841 unit.
Sedangkan pada H+1 Lebaran atau Rabu (2/4) jumlah penumpang pejalan kaki justru lebih banyak, yakni 955 orang. Dan penumpang dalam kendaraan sebanyak 8.538 orang.
Sehingga totalnya 9.493 orang. Naik 105 persen dari periode yang sama tahun lalu. Pada kendaraan roda 2 sebanyak 3.897 unit, naik 370 persen dari tahun 2024 sebanyak 830 unit.
Dan yang paling drastis kenaikannya adalah kendaraan roda 4 atau lebih. Dengan jumlah 7.232 unit atau naik 1.048 persen dari periode H+1 Lebaran Tahun 2024 sebanyak 630 unit.
“Kenaikannya besar pada tahun ini, karena banyak masyarakat yang lewat Pelabuhan Kariangau untuk pergi berwisata ke IKN (Ibu Kota Nusantara). Kemudian pulang menggunakan jalur alternatif, Jembatan Pulau Balang-Tol IKN,” kata Koordinator Satpel (Korsatpel) Pelabuhan Feri Kariangau Carlos Makin kepada Kaltim Post, Jumat (4/4).
Dia menjelaskan puncak kepadatan kendaraan setiap tahunnya terjadi pada H2 Lebaran. Di mana, masyarakat banyak menggunakan Pelabuhan Penyeberangan Kariangau pada momentum tersebut untuk melakukan silaturahmi lokal.
Dan pada tahun ini, dia prediksi puncak kepadatan kendaraan tidak akan terjadi lagi hingga berakhirnya libur panjang Lebaran pada Senin (7/4) mendatang.
“Setiap tahunnya trennya memang seperti itu. Jadi puncaknya sudah lewat pada H2 dan H+1 yang lalu. Dan H+4 sampai nanti, akan cenderung normal kembali. Ramai lancar,” jelas dia.
Carlos juga mengapresiasi difungsionalkannya Jalan Tol IKN sebagai jalur alternatif untuk arus mudik dari arah Balikpapan maupun arus balik dari arah Penajam Penajam Paser Utara (PPU).
Sehingga mampu mengurai kepadatan kendaraan yang selama ini terjadi. Khususnya di Pelabuhan Penyeberangan Penajam pada momen libur Lebaran.
“Intinya kami terbantu dengan dibukanya akses Jembatan Pulau Balang dari arah PPU. Walaupun bukanya hanya pagi sampai sore, kendaraan bisa memilih alternatif. Sehingga tidak menumpuk di Pelabuhan Feri Penajam,” ungkapnya.
Awak Kaltim Post juga sempat merasakan menyeberang melalui Pelabuhan Penyeberangan Kariangau pada H2 Lebaran atau Selasa (1/4).
Kendaraan roda 4 yang ditumpangi, tiba di pelabuhan dan mengantri untuk membeli tiket sekira pukul 14.30 Wita. Hingga akhirnya masuk ke loket pembelian tiket sekira pukul 14,35 Wita.
Selanjutnya kendaraan diarahkan untuk mengantri di areal parkir pelabuhan sebelum memasuki kapal feri. Hingga akhirnya giliran kendaraan masuk ke dalam kapal pada pukul 15.00 Wita.
Butuh waktu sekira 15 menit untuk kegiatan muat kendaraan penumpang dan kendaraan ke dalam kapal. Hingga akhirnya kapal berangkat menuju Pelabuhan Penyeberangan Penajam sekira pukul 15.15 Wita.
Kapal feri pun sandar di dermaga Pelabuhan Penyeberangan Penajam pada pukul 16.20 Wita. Tak seperti tahun lalu, kendaraan tiba di Pelabuhan Penyeberangan Kariangau sekira pukul 14.30 Wita.
Dengan antrian kendaraan sebelum masuk kapal selama kurang lebih 45 menit. Perjalanan sekira 1 jam hingga tiba di perairan PPU sekira pukul 15.30 Wita.
Akan tetapi ketika hendak sandar di dermaga, kapal feri harus menunggu antrian. Karena padatnya kapal yang melakukan bongkar muat. Barulah pukul 18.00 Wita, kapal baru bisa bersandar di Pelabuhan Penyeberangan Penajam.
“Jadi memang kalau di Kariangau, kami buka semua dermaga. Ada 4 dermaga. Jadi sambil nunggu antri di Penajam. Karena di sisi Penajam, hanya ada 2 dermaga, makanya bongkar muat di Penajam dipercepat. Sehingga bisa segera diurai di Kariangau,” pungkasnya. (kip)
Editor : Almasrifah