KALTIMPOST.ID-Seperti sudah menjadi budaya. Setiap usai Lebaran, masyarakat Indonesia berwisata. Mereka memanfaatkan tenggang waktu libur yang diberikan pemerintah. Tahun ini lebih panjang.
Menurut SKB 3 Menteri, ada enam tanggal merah libur nasional dan cuti bersama Idulfitri. Jika ditambah dua tanggal merah libur nasional dan cuti bersama Nyepi dan tiga hari libur akhir pekan. Maka total ada 11 hari libur periode Lebaran 2025.
Suasana sejumlah tempat wisata di Kaltim pun ramai. Dari pantai yang dikelola swasta dan pemerintah. Hingga ekowisata yang dikelola kelompok masyarakat.
Di Pantai Manggar misalnya. Selama libur Lebaran, sudah 13 ribuan warga yang berlibur di Pantai Manggar sejak hari pertama Lebaran, Senin (31/3) hingga Jumat (4/4).
Hingga di lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN) yang jadi destinasi wisata, Otorita IKN mencatat lebih dari 64 ribu kunjungan ke kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) dari 27 Maret – 5 April 2025.
Adapun salah satu tempat wisata yang dikelola kelompok masyarakat yang juga menerima berkah libur Lebaran ada di Ekowisata Bamboe Wanadesa, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara.
Dalam kunjungan Kaltim Post pada Sabtu (5/4) sore, suasana di areal tanaman bambu seluas 3,6 hektare ramai pengunjung. Didominasi wisatawan lokal. Mereka menikmati berbagai fasilitas.
“Alhamdulillah Idulfitri tahun ini, kunjungan meningkat hingga 120 persen. Rerata kami menerima 500-600 orang,” ucap Ketua Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Ekowisata Bamboe Wanadesa, Murdiyanto.
Pria yang menginisiasi terbentuknya ekowisata di kawasan milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Kampung Pati, Jalan Giri Rejo RT 26 tersebut menjelaskan, peningkatan fasilitas dilakukan pihaknya selaku pengelola.
Mulai gazebo, perahu wisata, arena bermain anak hingga menjaga kebersihan di jalur pejalan kaki di bawah rimbunnya bambu.
Meski terjadi peningkatan fasilitas, namun secara tarif, tiket yang dikenakan ke pengunjung tak berubah. Tetap Rp 5 ribu per orang. Baik dewasa maupun anak-anak.
“Areal kuliner juga kami buka pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu di dalam lokasi wisata ini. Kami juga dapat bantuan bibit pohon buah. Jadi ke depan ada wisata buahnya juga,” sebutnya.
Adapun asal wisatawan, Murdiyanto menyebut kebanyakan dari Balikpapan, Samarinda, dan sekitarnya. Namun ada juga yang datang dari Berau.
Selain wisata alam, lokasi ini juga biasa dijadikan arena berkemah hingga event organisasi dan perusahaan. (rd)
Editor : Romdani.