KALTIMPOST.ID, Kematian jurnalis asal Kota Palu, Situr Wijaya, yang ditemukan tak bernyawa di sebuah hotel di Jakarta, menyisakan tanda tanya besar.
Bukan hanya karena tubuhnya ditemukan penuh lebam, tetapi juga karena keluarga meyakini ada kejanggalan yang mengarah pada dugaan pembunuhan.
Sang istri, Selfi, mengungkapkan bahwa suaminya meninggal secara tiba-tiba hanya sehari setelah tiba di Jakarta.
Ia menerima bantuan dana dari Gubernur Sulawesi Tengah sebesar Rp 25 juta untuk membantu pemulangan jenazah.
Baca Juga: Melly Goeslaw Bukan yang Dulu Lagi? Transformasinya Bikin Netizen Kaget, Ini Alasannya
“Iya benar ada bantuan, uang tersebut ditransfer langsung ke rekening saya,” ujar Selfi, Sabtu (29/3), melalui keterangan tertulis.
Namun, bantuan tersebut tak mampu menghapus duka dan kecurigaan keluarga. Selfi masih diliputi rasa tidak percaya atas kematian sang suami yang disebut sangat tidak wajar.
Kondisi jasad Situr membuat keluarga terpukul. Menurut kuasa hukum keluarga, Rogate Oktoberius Halawa, tubuh Situr dipenuhi luka mencurigakan.
“Dilihat dari foto kondisi korban, terlihat darah keluar dari hidung dan mulut, ada luka memar di wajah dan seluruh badan, serta sayatan di leher bagian belakang,” kata Rogate, Sabtu (5/4).
Baca Juga: Singapura Tak Balas Tarif AS, Tapi PM Lawrence Wong Prediksi Hal yang Jauh Lebih Mengerikan
Rogate memastikan pihaknya sudah melaporkan dugaan pembunuhan ke Polda Metro Jaya.
“Kami sudah memasukkan laporan ke Polda Metro Jaya tentang dugaan tindak pidana pembunuhan, sesuai Pasal 338 KUHP. Laporan tercatat dengan nomor LP/B/2261/IV/2025/SPKT/Polda Metro Jaya,” tegasnya.
Pihak kepolisian telah melakukan autopsi di Rumah Sakit Polri. Hasilnya kini tengah ditunggu oleh keluarga yang berharap ada kejelasan.
“Sudah dilakukan autopsi, dan kami diberi tahu bahwa hasilnya akan segera dirilis karena ini menjadi atensi,” ungkap Rogate lagi.
Baca Juga: Cabai Bisa Bikin Bahagia, Tapi kalau Kebablasan? Waspadai Efek Berbahaya Ini!
Sementara itu, Ketua PWI Peduli, Heru, mengatakan bahwa rekan-rekan jurnalis langsung bergerak begitu kabar duka itu tersebar. Mereka membantu pemindahan jenazah dari hotel ke RS Polri untuk pemeriksaan.
“Berkat koordinasi dengan Polsek Kebon Jeruk, jenazah akhirnya dibawa ke RS Polri untuk pemeriksaan medis,” ucap Heru.
Keluarga berencana memakamkan jenazah di tanah kelahiran istri korban, di Kabupaten Sigi, setelah semua proses selesai. ***
Editor : Dwi Puspitarini