KALTIMPOST.ID, Tuduhan eksploitasi dan kekerasan terhadap anak-anak di Oriental Circus Indonesia (OCI) memicu kehebohan publik.
Namun, Taman Safari Indonesia (TSI) angkat bicara. Komisaris TSI, Tony Sumampouw, membantah keras tudingan tersebut dan menyebutnya sebagai fitnah yang tidak masuk akal.
Tony, yang juga merupakan pelatih hewan di OCI, tak tinggal diam. Ia menunjukkan bukti video lawas dari tahun 1981 yang merekam anak-anak pemain sirkus saat tampil di perayaan Sekaten, Yogyakarta dan Klaten.
“Kalau ada bekas luka, enggak mungkin anak-anak ceria seperti ini,” tegas Tony saat ditemui di Cisarua, Bogor, Rabu (9/4).
Menurutnya, anak-anak itu tidak hanya tampil di panggung, tapi hidup sepenuhnya dalam lingkungan sirkus.
Baca Juga: Disetrum dan Diseret ke Kantor, Inilah Fakta Mengerikan di Balik Panggung Sirkus
Mulai makan, mandi, bermain, dan belajar di sana. Ia bahkan menyebut dirinya ikut merasakan kehidupan tersebut.
“Ketika itu semua bekerja. Anak-anak makan, istirahat, show, sampai belajar itu ada waktunya. Kalau ada kekerasan, saya juga kena karena saya di sana juga,” tambahnya.
Lebih lanjut, Tony menyebut beberapa anak yang kini menjadi pelapor bahkan telah dirawat oleh OCI sejak bayi.
Ia mengungkapkan bahwa anak-anak tersebut berasal dari kawasan prostitusi Kalijodo, Jakarta.
“Dari bayi, masih bayi. Membesarkan mereka bukannya gampang. Ada suster yang jaga. Kenapa sekarang tidak ucapkan terima kasih?” katanya lirih.
Ia juga menyinggung bahwa pada tahun 1997, kasus serupa pernah mencuat. Saat itu, Komnas HAM turun tangan dan memuji langkah OCI karena telah menyelamatkan anak-anak dari situasi rentan.
“Waktu itu Komnas HAM bilang, ‘Sudah ditampung saja sudah bagus, sehat-sehat.’ Kalau kamu enggak ditampung, mungkin sudah enggak ada. Siapa yang kasih makan kamu dari bayi?” ucap Tony dengan nada kecewa.
Tony mengaku heran tuduhan kekerasan kini kembali mencuat. Ia menduga ada pihak luar yang mencoba mempengaruhi para mantan pekerja.
“Ini ada yang mengarahkan. Ada minta sesuatu. Yang mengarahkan itu dari luar OCI,” katanya singkat.
Baca Juga: Calon Jamaah Haji Paser Diminta Jaga Ketat Kesehatan, Kurangi Kontak Fisik dengan Orang Lain
Sementara itu, Wakil Menteri HAM Mugiyanto telah menerima langsung laporan dari para mantan pemain sirkus di Jakarta pada Selasa (15/4).
Ia menyebut laporan mereka berisi dugaan pelanggaran HAM, termasuk saat tampil di Taman Safari Indonesia.
“Kami dengarkan dari mereka, ada kemungkinan banyak sekali tindak pidana yang terjadi di sana,” ujar Mugiyanto.
Namun Tony tetap kukuh bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan harus dibuktikan.
“Dipukul pakai besi? Mati itu. Enggak masuk akal. Itu hanya fitnah. Kami akan klarifikasi semuanya,” tegasnya.
Baca Juga: Dua Kelas di SD Patra Dharma I Balikpapan Hangus Terbakar, Polisi Himpun Keterangan Saksi
Tony juga menekankan bahwa Oriental Circus Indonesia dan Taman Safari Indonesia adalah dua entitas hukum yang berbeda.
Meski begitu, ia tak menampik bahwa keduanya pernah bekerja sama dalam pertunjukan. ***
Editor : Dwi Puspitarini