Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

IQ Sangat Superior, Selalu Ranking 1, dan Kini Unggul di PSU Kukar: Inilah Rekam Jejak Aulia Rahman Basri?

Muhhammad Rifqi Hidayatullah • Minggu, 20 April 2025 | 14:08 WIB
MASA KULIAH: Aulia Rahman Basri (kiri) saat masih menempuh pendidikan di Universitas Hasanuddin Makassar. Dari kampus inilah ia memulai perjalanan panjang sebagai pemimpin muda, dikenal cerdas, tekun.
MASA KULIAH: Aulia Rahman Basri (kiri) saat masih menempuh pendidikan di Universitas Hasanuddin Makassar. Dari kampus inilah ia memulai perjalanan panjang sebagai pemimpin muda, dikenal cerdas, tekun.

KALTIMPOST.ID, TENGGARONG — Di tengah penantian hasil resmi Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kutai Kartanegara 2024, satu angka mencuat dengan tegas: 56,74 persen.

Itulah persentase perolehan suara yang diraih pasangan calon nomor urut 01, dr. Aulia Rahman Basri, M.Kes, dan Rendi Solihin, berdasarkan hasil hitung cepat internal BP Pemilu DPC PDI Perjuangan Kukar. Angka ini diperkuat oleh real count dari BSPN PDIP yang menyebutkan raihan mereka mencapai 57,7 persen.

Hasil ini tidak hanya mengukuhkan posisi Aulia-Rendi sebagai kandidat terkuat, tapi juga mencerminkan bagaimana publik Kukar memberikan kepercayaan pada sosok pemimpin yang bukan hanya lokal, tapi juga cerdas, matang, dan berpengalaman. Lembaga survei SC Taktika juga mengonfirmasi tren ini dalam quick count mereka.

Sementara itu, pesaing mereka, Awang Yacoub Luthman-Akhmad Zais hanya memperoleh 14,1 persen suara, dan Dendi Suryadi-Alif Turiadi sebesar 28,2 persen. Kemenangan Aulia-Rendi, jika dikukuhkan secara resmi oleh KPU, akan menandai perubahan besar di Kukar pasca-PSU.

PEMIMPIN: Aulia Rahman Basri semasa kuliah di Universitas Hasanuddin, Makassar.
PEMIMPIN: Aulia Rahman Basri semasa kuliah di Universitas Hasanuddin, Makassar.

Siapa sebenarnya sosok di balik angka kemenangan itu? Lahir di Kota Bangun pada 23 Agustus 1985, Aulia bukan hanya dikenal karena latar belakangnya sebagai dokter.

Berdasarkan hasil pemeriksaan psikologis saat proses verifikasi pencalonannya di RSUD Aji Muhammad Parikesit, Aulia dinyatakan memiliki kategori IQ “Sangat Superior”—tingkat kecerdasan yang hanya dimiliki sekitar 2 persen populasi dunia. Penilaian ini menunjukkan kemampuannya dalam berpikir strategis, menganalisis kompleksitas, serta mengelola keputusan di bawah tekanan.

Bukan hanya itu, kepribadiannya pun dinilai stabil dan kooperatif. Kombinasi ini dianggap sebagai modal penting untuk memimpin daerah dengan tantangan sebesar Kutai Kartanegara, terutama menjelang hadirnya Ibu Kota Negara (IKN) di wilayah sekitar.

Fondasi kepemimpinan itu tak datang secara instan. Kisah hidup Aulia juga ditandai dengan konsistensi dan kerja keras. Ia selalu menduduki peringkat pertama dari SD hingga SMA, dan berhasil masuk Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin melalui jalur prestasi (PMDK).

MASA KULIAH. Aulia Rahman Basri (tengah) saat masih anak-anak, berpose bersama teman-teman sekolah di tepi Sungai Mahakam, Kota Bangun.
MASA KULIAH. Aulia Rahman Basri (tengah) saat masih anak-anak, berpose bersama teman-teman sekolah di tepi Sungai Mahakam, Kota Bangun.

Guru SMA-nya, Syaidah, mengenang Aulia sebagai siswa pendiam namun aktif saat diskusi, mudah diajak bekerja sama, dan telah menunjukkan kepemimpinan sejak menjabat sebagai Ketua OSIS.

Setelah lulus, Aulia kembali ke kampung halaman, memulai kariernya dari bawah sebagai Kepala Puskesmas Kota Bangun, sebelum dipercaya menjadi Direktur pertama RSUD Dayaku Raja, rumah sakit tanpa kelas pertama di Indonesia—simbol pelayanan kesehatan tanpa diskriminasi sosial.

Pengabdiannya terus berlanjut saat bertugas di Dinas Kesehatan Kukar, dengan fokus pada penurunan angka stunting dan kematian ibu-anak.

Namun dedikasi itu tidak berhenti di ruang birokrasi. Tahun 2020 menjadi titik balik ketika Aulia mengundurkan diri dari ASN dan memilih jalan politik serta kewirausahaan.

Ia kini memimpin Kadin Kukar, aktif mengembangkan UMKM dan SDM lokal dalam menyongsong IKN, sekaligus menjabat Wakil Ketua Bidang Politik dan Hukum DPC PDI Perjuangan Kukar. Ia juga dikenal aktif berbicara di forum nasional, termasuk sebagai pembicara seminar di Universitas Mulawarman.

Aulia bukan hanya tokoh medis, tapi juga pemikir strategis ekonomi dan politik. Perannya menjembatani dunia usaha, birokrasi, dan akademisi menjadikannya figur yang relevan dalam transisi besar Kukar ke masa depan.

Dalam prosesnya, Aulia turut menjadi salah satu perumus awal Program Kukar Idaman, visi pembangunan daerah yang kini menjadi ciri khas pemerintahan Bupati Edi Damansyah. Pengalamannya dalam birokrasi dan pelayanan publik turut memberi warna pada arah kebijakan Kukar yang lebih inklusif dan partisipatif.

PEMIMPIN BARU: Aulia Rahman Basri seusai menyalurkan hak pilihnya.
PEMIMPIN BARU: Aulia Rahman Basri seusai menyalurkan hak pilihnya.

Bahkan dalam pencalonannya sebagai bupati 2025–2030 bersama Rendi Solihin, Aulia membawa gagasan lanjutan bertajuk Kukar Idaman Terbaik—sebuah penyempurnaan dari program sebelumnya yang berfokus pada keberlanjutan pembangunan berbasis rakyat.

Gagasan-gagasan itu tak lepas dari latar belakang hidupnya yang sederhana dan penuh nilai pengabdian. Dibesarkan dari keluarga guru dan bidan, Aulia Rahman Basri membawa idealisme pendidikan dan kesehatan ke dalam ranah kebijakan.

Visi dan kerja kerasnya selama ini membuat banyak pihak menaruh harapan bahwa Kukar akan dipimpin oleh sosok yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga sensitif terhadap kebutuhan masyarakat bawah.

Jika hasil resmi nanti mengukuhkan kemenangan Aulia-Rendi, maka perjalanan baru Kutai Kartanegara akan dimulai—dipimpin oleh seorang dokter yang memilih kembali ke akar, dan membangun dari sana, dengan strategi, empati, dan kecerdasan yang langka. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Aulia Rahman Basri #psu #Pilkada Kukar #profil