Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Paus Fransiskus Wafat, Para Kardinal dari Seluruh Dunia Bersiap Menutup Diri untuk Memilih Pemimpin Baru

Dwi Puspitarini • Senin, 21 April 2025 | 17:33 WIB

 

Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus wafat.
Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus wafat.

KALTIMPOST.ID, Umat Katolik di seluruh dunia tengah berduka. Pemimpin tertinggi mereka, Paus Fransiskus, wafat dalam usia 88 tahun setelah berjuang melawan pneumonia.

Namun, di balik suasana duka, sebuah proses penting segera dimulai, yaitu pemilihan Paus baru.

Proses yang dikenal sebagai konklaf ini bukan sekadar pemilihan. Ia adalah momen sakral penuh rahasia, yang hanya bisa dimengerti lewat iman dan simbol-simbol kebesaran sejarah.

Para kardinal dari seluruh penjuru dunia bersiap untuk “mengurung” diri di balik tembok Vatikan, melepaskan semua akses ke dunia luar, demi satu tujuan, yaitu memilih pemimpin tertinggi Gereja Katolik berikutnya.

 Baca Juga: Paus Franciskus Wafat, Ini Kesan dan Doanya Saat Berkunjung ke Indonesia dan Melihat Masjid Istiqlal

“Saat pintu kapel ditutup, kami benar-benar memisahkan diri dari dunia luar. Ini bukan sekadar tradisi, ini bentuk kesucian,” ujar Kardinal Joseph Tagle dalam wawancara terdahulu.

Seluruh perangkat modern seperti ponsel, internet, bahkan surat kabar akan disingkirkan.

Ruangan kapel dipasangi cerobong asap untuk memberi tanda kepada dunia, hitam jika belum ada keputusan, putih jika Paus baru telah terpilih.

Satu-satunya sinyal yang akan muncul ke dunia luar hanya lewat warna asap dan dentang lonceng gereja.

“Asap putih bukan hanya tanda teknis. Itu momen ketika jutaan orang Katolik di dunia bisa bernapas lega dan berkata, kita tidak ditinggalkan,” tutur seorang umat yang menunggu di Lapangan Santo Petrus, Roma.

 Baca Juga: Pernah Mengunjungi Masjid Istiqlal Jakarta, Menag Harap Wasiat Paus Fransiskus Ditindaklanjuti

Konklaf akan berjalan ketat. Para kardinal dilarang saling berdiskusi soal kandidat, bahkan berjabat tangan pun dibatasi.

Mereka akan memilih secara tertulis dengan kalimat sakral "Eligo in Summum Pontificem Meum", yang artinya “Saya memilih Pemimpin Tertinggiku”.

Jika seorang calon berhasil meraih dua pertiga suara, ia dinyatakan terpilih. Bila tidak, proses akan diulang hingga muncul satu nama yang disepakati.

Bila lebih dari 30 kali pemilihan belum menghasilkan keputusan, hanya dua kandidat terkuat yang akan disaring kembali.

Setelah itu, barulah dunia akan mendengar pengumuman dari balkon Basilika Santo Petrus, “Habemus Papam!” Kita telah memiliki seorang Paus. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#gereja katolik #Habemus Papam #Konklaf pemilihan Paus #konklaf Vatikan #pemimpin baru #kardinal #Paus Fransiskus wafat