KALTIMPOST.ID-Ketidakpastian global akibat tensi perang dagang antara Amerika Serikat dan China terus mempengaruhi pasar logam mulia. Setelah sempat anjlok lebih dari 3 persen, harga emas kembali menguat pada penutupan perdagangan Kamis (24/4) waktu New York, atau Jumat pagi WIB.
Menurut laporan Reuters, harga emas spot naik 1,4 persen menjadi USD 3.333,90 per ons, sementara emas berjangka AS melonjak 1,7 persen ke USD 3.348,60 per ons.
Sementara itu, komoditas logam lainnya mencatatkan pergerakan beragam:
- Perak spot: turun tipis 0,1% menjadi USD 33,51 per ons
- Platinum: melemah 0,1% ke USD 971,60 per ons
- Palladium: naik 0,4% menjadi USD 947,93 per ons
Baca Juga: Tumbuh Uban di Usia Muda? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Harga emas sempat mencetak rekor tertinggi USD 3.500,05 pada Selasa (22/4), dipicu oleh kekhawatiran atas prospek ekonomi AS. Namun, euforia tersebut mereda setelah Presiden Donald Trump menunjukkan sikap lebih lunak terhadap China, membuka peluang negosiasi ulang terkait tarif.
Menurut analis, reaksi keras China terhadap kebijakan tarif AS menjadi katalis utama fluktuasi di pasar, terutama terhadap pergerakan Dolar AS dan harga emas.
“Lonjakan emas ke USD 3.500 agak berlebihan dan pasar butuh koreksi. Namun tren naik masih kuat, dan koreksi seperti ini kemungkinan akan dimanfaatkan untuk akumulasi,” ujar Tai Wong, trader logam mulia independen.
Dolar AS sendiri tercatat melemah tajam di akhir sesi perdagangan Kamis, seiring memburuknya sentimen investor atas minimnya perkembangan positif dalam pembicaraan dagang AS-China.
Sementara itu, harga emas Logam Mulia antam pada Jumat 25 April 2025 terpantau pada harga Rp 1.973.923 per gramnya.
Harga ini naik tipis pada hari sebelumnya (24/4/2025) yang terpantau Rp 1.969.000 per gram.(*)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko