KALTIMPOST.ID-Ketua Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Samarinda Agus Sakhlan menyatakan dukungannya terhadap keputusan KSOP Kelas 1 Samarinda yang mengeluarkan notice to mariners (NTM) untuk menutup sementara alur pelayaran Sungai Mahakam.
Kebijakan itu diambil sebagai respons terhadap insiden yang terjadi pada Sabtu (26/4) malam, dan sesuai dengan permintaan DPRD Kaltim dalam RDP yang digelar dua hari kemudian.
Menurutnya, keputusan penutupan tersebut sah dan diperlukan demi kepentingan investigasi serta keselamatan pelayaran.
Ia menyebut pelaku usaha pelayaran, termasuk INSA, masih bisa menerima kebijakan itu selama bersifat sementara dan tidak merugikan secara luas.
Meski demikian, Agus mempertanyakan usulan dewan untuk melakukan penutupan permanen pada aktivitas pengolongan kapal di bawah Jembatan Mahakam.
Dia menilai langkah itu berpotensi menimbulkan lebih banyak kerugian daripada manfaat. “Kalau ditutup selamanya, barang harus lewat mana? Harus ada solusi pengganti, bukan hanya larangan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa larangan tanpa alternatif akan berdampak besar, mulai hilangnya mata pencarian masyarakat di sektor hulu hingga terganggunya ekspor batu bara yang menjadi andalan perekonomian daerah.
“Kalau tidak bisa ekspor, bagaimana pandangan investor luar terhadap Kalimantan? Jangan sampai malah mereka mundur. Perekonomian Kaltim masih bergantung besar pada sektor tambang, dan kebijakan apa pun harus mempertimbangkan dampaknya secara luas,” ucapnya. (rdh/rd)
Editor : Romdani.