KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Majalah Forbes edisi Mei 2025 telah merilis 10 nama orang terkaya di Indonesia. Relatif tidak ada pergerakan atau nama baru dari 10 nama tersebut. Bisnis mereka juga merambah berbagai sektor mulai dari bisnis perbankan, rokok, petrokimia, energi terbarukan, batu bara hingga pusat data.
Berikut ini daftar nama tersebut gurita kekayaan hingga perjalanan bisnis para konglomerat hingga mencapai puncak keemasan seperti sekarang.
1. Low Tuck Kwong USD 27,3 miliar
Di urutan pertama orang terkaya di Indonesia edisi Mei 2025 ada nama Low Tuck Kwong. Dia yang dijuluki raja batu bara Indonesia ini memiliki harta kekayaan USD 27,3 miliar atau setara Rp 447,7 triliun (kurs Rp 16.400 per USD) dari bisnis batu bara.
Low Tuck Kwong yaitu seorang pengusaha yang lahir di Singapura pada tahun 1948 dengan jumlah kekayaan sebesar US 28,3 miliar atau setara dengan Rp 437,88 triliun di tahun 2024.
Konglomerat tersebut berhasil menggeser posisi Prajogo Pangestu yang tahun lalu berada di peringkat pertama. Tahun ini kekayaan konglomerat tersebut turun dan kini berada di peringkat dua.
Low Tuck Kwong memiliki perusahaan seperti The Farrer Park Company, Samindo Resources, Methis Energy, Voksel Electric dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang menjadi sumber utama kekayaannya.
PT Bayan Resources Tbk merupakan salah satu perusahaan terpercaya yang bergerak di industri pertambangan batu bara dengan kinerja cemerlang selama bertahun-tahun.
2. Robert Budi Hartono USD 22,6 miliar
R Budi Hartono berada di peringkat 2 sebagai orang terkaya di Indonesia 2025 dengan harta kekayaan USD 22,6 miliar atau setara Rp 370,6 triliun dari bisnis perbankan hingga rokok.
Robert Budi Hartono adalah pemilik dari PT Djarum yang terkenal sebagai salah satu perusahaan rokok terkenal sekaligus terkaya di Indonesia.
PT Djarum sendiri merupakan perusahaan yang diwariskan oleh sang ayah yaitu Oei Wie Gwan kepada dirinya dengan beberapa anak perusahaan yang bergerak di industri perbankan, telekomunikasi, elektronik hingga ritel.
Salah satu anak perusahaan yang dimiliki oleh Budi Hartono dan adiknya adalah PT Bank Central Asia Tbk, yaitu perusahaan yang menjadi penghasil sumber kekayaan terbanyak setelah PT Djarum untuk Budi Hartono dan sang adik.
Selain itu PT Bank Central Asia Tbk, ia juga memiliki beberapa anak perusahaan lain seperti PT Sarana Menara Indonesia Tbk (TWOR), PT Global Digital Niaga (BELI), PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) dan PT Supra Boga Lestari TBK (RANC).
Menurut Forbes, jumlah kekayaan yang dimiliki oleh Budi Hartono mencapai Rp 375 triliun pada pada 2024 lalu.
3. Michael Hartono USD 24,1 miliar
Michael Hartono merupakan saudara dari R Budi Hartono yang mempunyai harta kekayaan USD 21,7 miliar atau setara Rp 355,8 triliun. Sama seperti R Budi Hartono, harta kekayaannya dari bisnis perbankan hingga rokok.
Sebagai orang terkaya dan konglomerat Indonesia, Michael Hartono memiliki jumlah kekayaan sebesar US24,9 miliar atau setara dengan Rp 385,28 triliun di tahun 2024.
4. Prajogo Pangestu USD 19,3 miliar
Prajogo Pangestu kini berada di peringkat 4 sebagai orang terkaya di Indonesia 2025. Prajogo Pangestu mempunyai harta kekayaan USD19,3miliar atau setara Rp 316,5 triliun dari bisnis petrokimia hingga energi terbarukan.
Tahun lalu, Prajogo Pangestu menduduki peringkat pertama orang terkaya di Indonesia. Memiliki empat perusahaan sekaligus di antaranya adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).
Dari keempat perusahaan yang dimiliki oleh Prajogo Pangestu tersebut, keempatnya bergerak dalam bidang petrokimia, pertambangan, energi terbarukan serta pulp dan kertas. Sementara itu, tercatat bahwa PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk miliknya mengalami peningkatan drastis.
Pada tahun 2023, jumlah kekayaan yang dimiliki Prajogo Pangestu adalah US 48,5 miliar atau setara Rp 761,935 triliun lalu pada 2024 kekayaannya meningkat menjadi US 54,4 miliar atau setara Rp 841, 75 triliun.
5. Sri Prakash Lohia USD 8,4 miliar
Sri Prakash Lohia menjadi orang terkaya nomor 5 di Indonesia dengan harta kekayaan USD 8,4 miliar atau setara Rp 137,7 triliun dari bisnis petrokimia.
Sri Prakash Lohia adalah seorang konglomerat kelahiran India yang kini menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia, lewat bisnis Indorama Corporation.
Kini, Indorama Corporation adalah salah satu perusahaan petrokimia dan tekstil terbesar di dunia dengan operasi di lebih dari 30 negara. Indorama juga menjadi produsen pupuk terbesar di Afrika Sub-Sahara, poliolefin terbesar di Afrika Barat, dan sarung tangan sintetis terbesar ketiga di dunia.
Menariknya, pengusaha sukses Indonesia asal India ini, kini tinggal di London, sementara putranya, Amit Lohia, menjabat sebagai Direktur Pelaksana Indorama Corporation. Sejak 1970-an, Sri Prakash Lohia mengembangkan Grup Indorama menjadi perusahaan petrokimia dan tekstil berskala global.
Melansir dari Forbes, jumlah kekayaan yang dimiliki oleh Sri Prakash Lohia ini adalah sebesar US$7,9 miliar atau setara dengan Rp124,83 triliun per November 2024. Menariknya, pundi-pundi harta itu dia dapatkan bukan dari tanah kelahirannya, India, melainkan dari Indonesia.
6. Otto Toto Sugiri USD 7,4 miliar
Otto Toto Sugiri kini masuk daftar 10 orang terkaya di Indonesia dengan harta kekayaan USD 7,4 miliar atau setara Rp 121,3 triliun. Pria yang dijuluki 'Bill Gates' Indonesia ini mempunyai bisnis pusat data terbesar di Indonesia.
Otto Toto Sugiri, Direktur Utama PT DCI Indonesia Tbk, adalah gambaran dari seorang pengusaha dan eksekutif berpengalaman yang telah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan teknologi informasi dan pusat data di Indonesia.
Sebagai salah satu pionir dalam industri pusat data Indonesia, Otto telah membangun karier yang impresif dan meraih berbagai pencapaian luar biasa.
Sejak memimpin PT DCI Indonesia Tbk pada tahun 2016, ia telah membawa perusahaan ini menjadi salah satu penyedia solusi pusat data terbesar dan paling terkemuka di Indonesia.
Pada Mei 2020, Otto mendapat apresiasi sebagai salah satu dari Top 50 Pemengaruh (Influencer) Pusat Data dan Cloud dari seluruh Asia Pasifik oleh Data Economy. Berdasarkan laporan Forbes, harta kekayaan Otto Toto Sugiri sebesar US$2,1 miliar atau setara Rp32.981 triliun pada 2024. Jumlah tersebut turun sebanyak US$5 juta atau (0,23 persen) sejak 2023. Dengan demikian, dirinya berada di posisi 1764 sebagai orang terkaya di dunia per Agustus 2024.
7. Marina Budiman USD 5,2 miliar
Marina Budiman juga masuk daftar 10 orang terkaya di Indonesia dengan harta kekayaan USD 5,2 miliar atau setara Rp 85,2 triliun. Sama seperti Otto Toto Sugiri, Marina Budiman juga mendapat kekayaan dari bisnis pusat data terbesar di Indonesia yang dijalankan bersama.
Marina Budiman lahir tahun 1961. Ia pernah mengenyam pendidikan di University of Toronto bidang ekonomi dan keuangan. Sebelum membangun perusahaan data center dengan Otto, keduanya pernah bekerja di Bank Bali tahun 1985.
Marina kemudian bergabung dengan perusahaan IT Sigma Cipta Caraka tahun 1989. Ia juga mendirikan Indonet, layanan penyedia internet (internet service provider) pertama di Indonesia tahun 1994, bersama Otto Toto Sugiri.
Kemudian 2011, keduanya mendirikan pusat data PT DCII bersama rekan mereka, Han Arming Hanafia. Melansir laman resmi DCII, perusahaan ini adalah pusat data Tier-IV pertama di Asia Tenggara dengan tiga lokasi utama, yakni di Cibitung, Karawang, dan Jakarta.
Marina Budiman menduduki posisi ke-650 dalam daftar Forbes real time billionaires per 30 Maret 2025. Posisi itu membuatnya berada di urutan ketujuh untuk regional Indonesia pada periode bulan tersebut dengan total kekayaan sekitar 5,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp 87,8 triliun (asumsi kurs Rupiah ke dollar AS Rp 16.571).
8. Dato Sri Tahir
Tahir menduduki peringkat 8 sebagai orang terkaya di Indonesia dengan harta kekayaan USD 5,2 miliar atau setara Rp 85,2 triliun dari diversifikasi bisnis seperti perbankan hingga rumah sakit.
Dato Sri Tahir merupakan sosok konglomerat yang mendirikan Mayapada Group. Perjalanan Tahir sebagai konglomerat di Indonesia begitu panjang. Ia memiliki berbagai bisnis di bidang perbankan, tekstil hingga industri otomotif sejak awal 1980-an.
Salah satu bisnisnya yang ternama adalah Grup Mayapada, yang bergerak di bidang perbankan hingga kesehatan.
Tahir yang memiliki nama asli Ang Tjoen Ming lahir di Surabaya, 26 Maret 1952. Ia merupakan anak dari pasangan Ang Boen Ing dan Lie Tjien Lien. Ia berasal dari keluarga sederhana, dahulu orang tuanya pun berprofesi sebagai juragan becak.
Berdasarkan data Forbes 2023, Tahir merupakan orang terkaya ke-14 di Indonesia dengan harga US$ 4,2 miliar atau setara Rp 67,99 triliun. Sementara itu, keluarga Riady menempati urutan ke-34 dengan total harta US$ 1,4 miliar atau setara Rp 22,66 triliun.
Per akhir 2024 lalu, kekayaan pendiri Grup Mayapada tersebut masih berjumlah US$ 5,3 miliar atau Rp 85 triliun. Dengan kekayaan tersebut, Forbes menempatkan Tahir dan keluarga pada urutan ke-8 orang terkaya Indonesia di tahun 2024.
Kesuksesan Tahir berada di atas mertua dengan jarak 17 urutan barangkali terjadi berkat "tamparan" keras yang terjadi pada 51 tahun lalu. Saat Tahir diomeli gara-gara mencatut nama perusahaan Riady.
9. Agoes Projosasmito
Agoes Projosasmito menjadi orang terkaya nomor 9 di Indonesia dengan harta kekayaan USD 4,8 miliar atau setara Rp 78,7 triliun dari bisnis pertambangan nikel.
Agoes Projosasmito adalah pengusaha sukses dan bankir yang telah malang melintang di dunia keuangan dan pertambangan selama lebih dari 40 tahun.
Saat ini, ia menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) serta memiliki kepemilikan saham signifikan di perusahaan tersebut.
Tahun lalu, Agoes Projosasmito tercatat sebagai orang terkaya ke-7 di Indonesia versi Forbes 2024 dengan kekayaan mencapai USD$7 miliar atau setara dengan Rp 113,71 triliun.
Agoes juga memainkan peran kunci dalam akuisisi Geothermal Wayang Windu pada tahun 2004. Selain kesuksesannya di dunia bisnis, Agoes Projosasmito juga dikenal aktif dalam berbagai organisasi profesional, termasuk menjadi anggota Dewan Ekonomi Dewan Pengembangan Usaha Nasional (DPUN) dan Dewan Kehormatan di Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal Indonesia.
Prestasi Agoes Projosasmito
[1982] : memulai karir sebagai Kepala Pasar Modal di Danareksa (Persero).
[2002] : Berperan dalam akuisisi Star Energy, memperluas pengaruhnya di industri energi.
[2016] : Terlibat dalam akuisisi Newmont Nusa Tenggara, yang kemudian menjadi bagian dari Amman Mineral.
[2020] : Diangkat sebagai Presiden Komisaris PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).
[2024] : Masuk dalam daftar orang terkaya Indonesia versi Forbes 2024 dengan kekayaan mencapai US$7 miliar, peringkat ke-7 di Indonesia.
10. Dewi Kam USD 4,8 miliar
Dewi Kam masuk daftar 10 orang terkaya di Indonesia dengan harta kekayaan USD4,8 miliar atau setara Rp 78,7 triliun dari bisnis pertambangan batu bara.
Dewi Kam telah lama berkiprah dalam dunia bisnis, khususnya di sektor energi dan tambang. Wanita ini dikenal sebagai pemegang saham minoritas di PT Bayan Resources Tbk (BYAN), salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia .
Dengan kepemilikan sekitar 10% saham di perusahaan tersebut, Dewi Kam berhasil mengumpulkan sebagian besar kekayaannya, terutama setelah nilai saham BYAN melonjak hingga tiga kali lipat pada tahun 2022 akibat krisis energi global.
Selain investasi di sektor pertambangan, Dewi Kam juga memiliki pengalaman luas dalam pengembangan pembangkit listrik di Indonesia .
Melalui PT Sumbergas Sakti Prima, di mana ia menguasai 91% saham, perusahaannya menjadi pengembang utama berbagai proyek pembangkit listrik, termasuk PLTU Cilacap dan PLTU Jeneponto.
Dewi Kam masuk dalam daftar Forbes Indonesia's 50 Richest tahun 2024 pada posisi nomor 10 dengan kekayaan mencapai US$ 4.8 miliar, setara dengan Rp 78,8 triliun.
Editor : Uways Alqadrie