KALTIMPOST.ID, PENAJAM-Sebuah insiden laka laut mengejutkan terjadi di perairan Teluk Penajam yang menghubungkan Penajam Paser Utara (PPU) dengan Balikpapan. Kapal feri KMP Muchlisa dilaporkan tenggelam pada Senin (5/5) sekira pukul 15.00 Wita.
Laporan sementara yang diterima oleh Pusdalops BPBD PPU pada pukul 15.35 Wita menyebutkan lokasi kejadian berada di perairan Teluk Balikpapan-Penajam, tepatnya di wilayah Penajam dengan koordinat 1,2467S" 116,7808E".
Penyebab pasti dari tenggelamnya kapal masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Data sementara mencatat sejumlah kendaraan terdampak dalam insiden ini, meliputi 2 unit sepeda motor, 8 unit mobil, dan 3 unit truk tronton.
Beruntungnya, sebagian besar awak kapal dilaporkan selamat. Namun, dua nama dari daftar crew kapal, yaitu Rahayu (Mualim 1) dan Ilham (Kelasi), hingga saat ini masih diduga hilang.
Berikut daftar awak kapal yang selamat: Abd Hadi (Nahkoda), Antonios (Mualim 2), Ilmy (Mualim 3), Loys Parassa (KKM), Baharudin (Masinis), Ansar (Masinis), Asep Nanang (Serang), Ferry Bachtiar (Juru Mudi), Dendy (Juru Mudi), Sahmidin (Juru Mudi), Nazirul (Kelasi), Maisa (Juru Mudi), Revan (Kelasi), Rendhitiyo (Oiler), Ahmad Sapardi (Oiler), Yusuf (Oiler), Agustina (Kadet Deck), Riski (Kadet Deck), dan Ria (Kantin).
Selain awak kapal, sejumlah penumpang juga menjadi korban dalam kejadian ini. Identitas penumpang yang terdata dalam laporan sementara adalah Totok Hardianto, Dessy Astriana, Syarifudin, Khairil Anwar, Chandra Topan Jaya, Diky Agung Endika, Andika, Robert, Asri Uliyita, Naka Faizah, Budi Priyanto, Yuli Tri Pratiwi, Mastiah, Sairah Labiba Ataya, M. Hafidz Arkan Al - Rizki, Akbar Triono, Mislawati, Ibnu Bagus, Rahmad, Chandra Topa, Muchlas, M. Mirza, dan Jimmy. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai kondisi para penumpang tersebut.
Menyusul laporan kejadian, tim gabungan dari berbagai unsur dengan sigap bergerak menuju lokasi. Tim ABK kapal feri yang tenggelam dilaporkan telah melakukan evakuasi awal terhadap para penumpang dengan bantuan kapal masyarakat sekitar.
Upaya pencarian dan penyelamatan terus dilakukan. Tim penyelam dari Basarnas (2 personel) dan penyelam tradisional (3 personel) telah diterjunkan untuk melakukan identifikasi awal kondisi kapal.
Selain itu, Pertamina RU V juga turut bergerak cepat dengan melakukan penyemprotan cairan kimia untuk mengurai potensi tumpahan bahan bakar dari kendaraan maupun kapal feri.
Sayangnya, operasi pencarian dihentikan sementara pada pukul 19.20 Wita dan akan kembali dilanjutkan pada Selasa (6/5) pukul 07.00 Wita.
Sejumlah pihak terkait turut hadir di lokasi kejadian untuk melakukan penanganan dan koordinasi, di antaranya Wadirpolairud Polda Kaltim, Kakansar Balikpapan, Kalaksa BPBD PPU dan Balikpapan, Polres PPU dan Balikpapan, Polairud dari kedua wilayah, Pos AL Balikpapan dan PPU, DPKP PPU, Dishub Balikpapan dan PPU, Pertamina RU V, Satpol PP, dan PMI PPU.
Berbagai unit juga dikerahkan ke lokasi, termasuk beberapa unit mobil operasional, speed boat, perahu karet, dan peralatan penanggulangan bencana dari BPBD PPU dan Balikpapan, kapal dan RIB dari Basarnas Balikpapan, speedboat dari unsur TNI AL dan Kepolisian, serta dukungan dari Pertamina dan warga setempat berupa speedboat dan kapal klotok.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, M Sukadi Kuncoro, SP, MM, menyampaikan laporan sementara ini dan menginformasikan bahwa informasi lebih lanjut akan disampaikan seiring perkembangan situasi.
Pihak BPBD PPU juga menyediakan call center dan media sosial untuk informasi lebih lanjut.(*)