Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Harapan Kardinal Suharyo Jelang Konklaf Paus Baru di Vatikan: Lanjutkan Semangat Paus Fransiskus

Thomas Dwi Priyandoko • Selasa, 6 Mei 2025 | 21:20 WIB

 

Kardinal Suharyo diwawancarai media Eropa di Vatikan.
Kardinal Suharyo diwawancarai media Eropa di Vatikan.

KALTIMPOST.ID, VATIKAN – Menjelang dimulainya konklaf pemilihan Paus baru, Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo dari Indonesia mengungkapkan harapannya agar penerus Paus Fransiskus melanjutkan semangat dan arah kepemimpinan yang telah ditanamkan pendahulunya.

Tiba di Roma pada Minggu (4/5), Uskup Agung Jakarta tersebut menyampaikan bahwa ia optimis proses konklaf akan berjalan singkat.

“Saya memperkirakan tidak lebih dari tiga hari,” ujar Kardinal Suharyo sebagaimana dikutip media Italia Adnkronos.

Meski pendek, ia menekankan pentingnya keterbukaan hati dalam mengikuti proses pemilihan.

"Saya akan masuk ke Kapel Sistina dengan hati yang terbuka," ujarnya, mengisyaratkan kesiapan batin dalam menghadapi keputusan penting Gereja Katolik global tersebut.

Baca Juga: 133 Kardinal Siap Ikuti Konklaf Paus Baru, Dua Nama Unggulan Muncul

Ia berharap paus baru nantinya tetap berada dalam kesinambungan visi dan semangat Paus Fransiskus.

"Kami berharap penerus beliau dapat melanjutkan warisan kepemimpinan yang dekat dengan umat, sederhana, dan membawa wajah Gereja yang ramah serta terbuka bagi dunia," kata Kardinal Suharyo.

Sebelumnya, Direktur Kantor Pers Takhta Suci, Matteo Bruni, mengonfirmasi bahwa seluruh 133 kardinal elektor telah tiba di Roma dan akan mulai tinggal di Casa Santa Marta.

Seluruh proses konklaf akan dilakukan dengan ketat, termasuk pembatasan komunikasi demi menjaga kerahasiaan.

Baca Juga: 12 Tewas dan 23 Terluka Dalam Kecelakaan Maut di Padangpanjang! Data Lengkap Korban Meninggal Dunia

Dalam sesi pertemuan hari Senin waktu setempat, para kardinal membahas berbagai tantangan Gereja modern, mulai dari peran perempuan, krisis iklim, hingga pentingnya misi sosial Gereja.

Ditekankan pula perlunya paus yang bisa menjadi "gembala yang dekat dengan umat" dan menjembatani dunia yang tengah dilanda konflik dan perpecahan.

Dengan atmosfer Roma yang semakin tegang jelang pemungutan suara pertama, suara-suara seperti yang disampaikan Kardinal Suharyo menjadi pengingat akan nilai-nilai spiritual dan moral yang diharapkan dari pemimpin tertinggi Gereja Katolik berikutnya.(*)

Editor : Thomas Priyandoko