KALTIMPOST.ID, Momen Idul Adha 2025 semakin dekat, dan masyarakat pun mulai sibuk menyiapkan dana untuk membeli hewan kurban.
Tapi tahukah Anda, ternyata ada lebih dari satu versi tentang tanggal pelaksanaan Idul Adha tahun ini?
Menurut kalender Hijriah, Idul Adha memang selalu dirayakan setiap 10 Dzulhijjah.
Namun, kapan tepatnya tanggal itu jatuh dalam kalender Masehi masih jadi pertanyaan banyak orang apalagi dengan munculnya perbedaan penetapan dari pemerintah dan ormas Islam besar di Indonesia.
Baca Juga: Tanaman Obat Pilihan untuk Gagal Ginjal Stadium Awal, Ada yang Tumbuh di Pekarangan Rumah!
Tanggal Libur Resmi Pemerintah
Pemerintah Indonesia melalui SKB 3 Menteri telah menetapkan bahwa Hari Raya Idul Adha 2025 jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025.
Tanggal ini sudah diputuskan sebagai libur nasional, dan menariknya, Senin, 9 Juni 2025 juga ditetapkan sebagai cuti bersama.
Artinya, ada potensi libur panjang bagi pekerja dan pelajar. Bagi yang merencanakan mudik atau liburan, momen ini tentu sangat ditunggu.
Baca Juga: Sering Disepelekan, Padahal Bisa Jadi Ciri-Ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal
Muhammadiyah
Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga menyatakan bahwa Idul Adha 1446 Hijriah jatuh pada 6 Juni 2025, sesuai hasil hisab hakiki wujudul hilal. Ini tertuang dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2025.
"1 Dzulhijjah dimulai 28 Mei 2025, sehingga 10 Dzulhijjah jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025," demikian bunyi maklumat tersebut.
Bagi warga Muhammadiyah, penetapan ini sudah pasti. Ini juga jadi sinyal kuat bagi masyarakat untuk segera bersiap, apalagi dalam hal membeli dan menyalurkan hewan kurban.
Baca Juga: Sakit Liver Apakah Bisa Sembuh? Ini Fakta yang Perlu Anda Tahu
Nahdlatul Ulama
Namun, berbeda dari Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU) belum memutuskan kapan Idul Adha akan dirayakan.
Seperti biasa, NU akan melakukan rukyatul hilal atau pemantauan bulan sabit muda secara langsung menjelang 1 Dzulhijjah.
Metode ini membuat keputusan NU bisa berbeda tergantung hasil pengamatan dari berbagai titik di Indonesia.
Jadi, ada kemungkinan Idul Adha versi NU bisa berbeda sehari dengan Muhammadiyah dan penetapan pemerintah.
Bagi Anda yang ingin berkurban, mengetahui tanggal Idul Adha lebih awal sangat penting.
Bukan hanya soal dana, tapi juga soal ketersediaan hewan kurban yang biasanya mulai langka dan naik harga menjelang hari-H. ***
Editor : Dwi Puspitarini