Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tragedi KMP Muchlisa, Kenapa Laporan Kerusakan Tak Pernah Masuk ke KSOP?

Rikip Agustani • Rabu, 7 Mei 2025 | 11:09 WIB
TAK IZIN: Kepala KSOP Balikpapan Capt Heru Susanto (tengah) saat menyampaikan keterangan pers di Kantor KSOP Kelas I Balikpapan, Selasa (6/5).
TAK IZIN: Kepala KSOP Balikpapan Capt Heru Susanto (tengah) saat menyampaikan keterangan pers di Kantor KSOP Kelas I Balikpapan, Selasa (6/5).

KALTIMPOST. ID, Penyelidikan terhadap insiden tenggelamnya Kapal Ferry Muchlisa di perairan Teluk Balikpapan masih dilakukan.

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan menyoroti indikasi kelalaian prosedur. Dalam penanganan kerusakan kapal milik PT Sadena Mitra Bahari itu.

Hal tersebut diungkapkan Kepala KSOP Balikpapan Capt Heru Susanto dalam konferensi pers di Kantor KSOP Kelas I Balikpapan, Jalan Yos Sudarso Kelurahan Prapatan, Kecamatan Balikpapan Kota, Selasa (6/5) sore.

Di mana berdasarkan keterangan dari nakhoda KMP Muchlisa dan pemilik dari PT Sadena Mitra Bahari, sebelum insidennya tenggelamnya kapal, sempat ada masalah teknis pada kapal.

Yakni pada propeller shaft atau poros yang berfungsi mentransmisikan daya dari mesin utama ke propeller  (baling-baling kapal). Bahkan baling-baling kapal sempat lepas saat melakukan pelayaran di Teluk Balikpapan.

 Baca Juga: Bertahun-tahun Kredit Rumah di Union Jone II, Sudah Ditinggali Malah Lahannya Jadi Sengketa

“Tidak ada laporan kepada kami terkait trouble di tengah laut. Jadi tim kami sendiri melakukan operasi monitoring rutin di area pelayaran Balikpapan-PPU,” ungkapnya di hadapan awak media.

Heru melanjutkan, persoalan itu baru diketahui setelah tim yang melakukan pengawasan secara rutin mendatangi KM Muchlisa.

Karena saat itu melihat KM Muchlisa sedang berhimpitan dengan KMP Tiga Anugerah.

Barulah diketahui ada permasalahan pada baling-baling KM Muchlisa. Bahkan sempat lepas.

Dan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), nakhoda menyampaikan saat itu, KM Muchlisa dalam proses mengandaskan buritan atau bagian belakang kapal. Dibantu oleh KMP Tiga Anugerah.

“Tapi kami komunikasikan bahwa lebih baik penumpangnya dievakuasi dulu semuanya,” katanya.

 Baca Juga: Penerbangan Mendadak Dialihkan, Konflik India-Pakistan Bikin Maskapai Dunia Putar Arah

Setelah semua penumpang sudah dievakuasi, kapal mulai miring. Dan secara perlahan kapal mulai tenggelam.

Penyebabnya diduga propeller shaft yang sempat lepas, membuat lubang yang besar.

Di bagian bawah kapal. Dan tidak mampu menahan debit air yang masuk dalam jumlah banyak.

Hal ini diperparah dengan kondisi pompa di kapal yang tidak  berfungsi dengan baik. “Karena lebih deras debit air yang masuk ke dalam kapal,” imbuh Heru.

Selain itu, pengakuan dari nakhoda, saat baling-baling sempat copot, PT Sadena Mitra Bahari sempat mendatangkan penyelam.

Untuk menambal lubang yang bocor. Dengan menyumpal balon pada lubang tersebut.

 Baca Juga: Ekonomi Kaltim Tumbuh Lambat 4,08 Persen, Sektor Pertambangan dan Penggalian Tak Lagi Dominan

“Namun itu pun saya tidak mendapat laporan. Seyogyanya nakhoda melaporkan ini kepada KSOP. Dan juga melaporkan bahwa ada penyelaman. Perbaikan dalam air. Itu harus dilaporkan. Dan harus mendapat izin dari kami. Karena tidak sembarangan melakukan pekerjaan bawah air. Itu harus ada izinnya. Bahkan pengelasan di atas kapal pun harus izin kami,” kritiknya.

Atas insiden ini, KSOP Balikpapan telah membentuk tim. Untuk melakukan ramp check atau kegiatan pemeriksaan kelayakan kapal.

Terhadap semua kapal penyeberangan yang beroperasi di Pelabuhan Penyeberangan Kariangau.

Pengecekan ini akan melibatkan PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), BUMN yang  melakukan penilaian dan pengujian terhadap kapal-kapal yang beroperasi di perairan Indonesia.

Pemeriksaan akan mulai dilaksanakan Rabu (7/5). “Ada 18 kapal yang akan lakukan ramp check kembali. Baik semua platnya, sertifikatnya, semuanya akan dicek. Jika memang tidak laik laut, maka kami katakana kapal ini tidak laik laut,” tegasnya.

 Baca Juga: Dampak Perang Dagang, Ekonomi Kaltim Tumbuh di Bawah 5 Persen

PT Sadena Mitra Bahari memiliki 4 kapal yang beroperasi di Pelabuhan Penyeberangan Kariangau.

Di mana, KM Muchlisa merupakan kapal yang diproduksi sekira tahun 1980-an. Dan Heru menerangkan bahwa Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kalim telah melaksanakan ramp check pada Maret 2025 lalu.

Sebagai persyaratan laik laut untuk Angkutan Lebaran Tahun 2025. Dan KM Muchlisa saat itu dinyatakan laik laut oleh BPTD Kaltim.

Yang sebelumnya mengelola Pelabuhan Penyeberangan Kariangau. Sebelum diserahkan pengelolaannya ke KSOP Balikpapan mulai 1 Mei 2025.

“Menurut Kepala BPTD Kaltim sudah dilakukan ramp check untuk angkutan lebaran 2025. Dan laik laut menurut BPTD,” ujar dia.

 Baca Juga: Ekspor Nonmigas Naik, Permintaan Pasar Uni Emirat Arab Meningkat Ribuan Persen

Selain itu, berdasarkan keterangan nakhoda dan owner PT Sadena Mitra Bahari, KM Muchlisa baru menyelesaikan proses docking kapal atau perawatan, perbaikan, dan inspeksi di galangan kapal pada Februari 2025.

Setelah melewati proses docking sejak November 2024. Dan PT Sadena Mitra Bahari juga mengatakan siap mengganti propeller shaft kiri.

Barangnya sudah ada di Balikpapan. Juga sudah mencari tempat docking untuk mengganti propeller shaft itu.

Namun sebelum dilakukan, insiden tenggelamnya KM Muchlisa pun terjadi. “Kami juga akan mengundang PT BKI. Untuk mencari informasi saat docking. Apa saja rekomendasi dari PT BKI. Apakah ada rekomendasi harus mengganti shaft. Karena shaft sebelah kiri yang copot,” jelas Heru.

 Baca Juga: Reformasi Aturan TKDN Jadi Langkah Nyata Prabowo Dukung Produk Lokal

Terhadap para korban, PT Sadena Mitra Bahari berjanji akan bertanggung jawab atas atas kerugian yang dialami para penumpang maupun Anak Buah Kapal (ABK).

Termasuk dengan korban jiwa dan harta benda yang timbul akibat insiden tenggelamnya KM Muchlisa ini.

“Saya juga minta owner direncanakan untuk mengadakan pengangkatan bangkai kapal agar tidak mengganggu alur pelayaran,” katanya.

KSOP Balikpapan juga sudah mengeluarkan nota dinas. Terkait dengan titik koordinat alur pelayaran di Teluk Balikpapan.

Yang menjadi panduan bagi kapal-kapal lain. Untuk menghindari tempat yang menjadi lokasi kapal yang tenggelam itu.

“Kami juga sudah menunjuk anggota untuk kepala wilayah kerja di Pelabuhan Kariangau dan Penajam. Sebagai perwakilan KSOP dan bertanggung jawab penuh di bawah. pengarahan dari kami,” ucapnya. 

 Baca Juga: Kapan Idul Adha 2025? SKB 3 Menteri Sudah Rilis, Tapi Masih Ada yang Menunggu

Mengenai sanksi masih menanti hasil penyelidikan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Di mana Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dijadwalkan tiba di Balikpapan, Rabu (7/5).

Untuk melakukan investigasi langsung terhadap insiden tenggelamnya KM Muchlisa ini.

“Apalagi ini kejadian pertama di Teluk Balikpapan. Selama ini belum pernah ada. Nanti hasil investigasinya akan dirilis langsung oleh KNKT,” pungkasnya. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#KSOP Balikpapan #KMP Muchlisa #kapal feri tenggelam #kelalaian #propeller shaft