KALTIMPOST.ID, Berkutat pada aktivitas yang rutin bisa menimbulkan rasa kebosanan.
Untuk mengusir kebosanan itu sesekali perlu diselingi kegiatan healing dengan cara tur seperti menjelajahi keindahan alam nusantara.
Hal ini, yang kini dimulai oleh para aparatur sipil negara (ASN) dan non-ASN yang sedang melaksanakan tugas negara di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU).
Untuk tahap kedua, tim healing IKN berkolaborari dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gunung Parung, Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku, PPU, Senin (12/5).
“Menurut pandang tim healing di IKN kali ya, jadi sebenarnya healing di IKN itu gerakan dari kami para ASN, non-ASN di IKN yang sebenarnya itu butuh ruang untuk rekreasi gitu ya, untuk healing lah gitu. Jadi awalnya memang difokuskan untuk para ASN dan non-ASN di IKN untuk mengisi kegiatan weekend-nya, akhir pekan-nya gitu. Nah kegiatan healing di IKN itu udah berlangsung ini yang kalau yang program Open Trip Gunung Parung ini kedua,” kata Adinda, founder #HealingdiIKN saat berbincang dengan Kaltim Post, Minggu (11/5).
Baca Juga: Aturan DHE, Kekhawatiran Petani Sawit, Ancaman Tekanan Ekonomi Tingkat Bawah
Dijelaskannya, healing di IKN itu kali ini kolaborasi dengan usaha mikro kecil menangah (UMKM) dan komunitas lokal, yang edisi Open Trip Gunung Parung ini bekerja sama dengan Pokdarwis Gunung Parung.
“Pokdarwis Gunung Parung ini dia kita ajak kolaborasi sebagai tour guide lokal. Untuk yang mau awal nanti ya sampai ke puncak. Lumayan rame gitu ya. Kebetulan antusiasme dari orang-orang juga lumayan tinggi. Cuman info dari pokdarwis-nya dibukanya terbatas dulu kalau mau open trip karena mungkin lagi musim hujan gitu kan,” ujar Adinda.
“Terus ya seperti itu jadi terbatas dulu open trip-nya. Jadi kita kuotain pokdarwis sekarang itu cuma 15 orang, sih. Pengennya lebih dari itu. Sebenarnya bisa sampai 30 sih biasanya,” tambahnya. Dikatakannya, peserta healing tidak dikenakan biaya.
Baca Juga: Mengenal Bus Shalawat, Layanan 24 Jam Antar Jemaah Haji Indonesia ke Masjidil Haram
Menariknya, tim healing IKN yang sudah bersiap bakal diberangkatkan menapaki Gunung Parung yang memiliki ketinggian 1.200 meter itu sekira pukul 01.30 Wita dinihari Senin (12/5).
Tujuannya, sesampainya di atas puncak gunung tersebut tim healing sempat menunggu beberapa saat agar bisa menyaksikan sunrise atau bagian atas Matahari mulai tampak di atas garis horizon (cakrawala) di timur pada pagi hari dari atas gunung.
“Nah, kebetulan kan info dari pokdarwis tuh sunrise di puncak tuh indah banget ya. Iya melihat ini, melihat IKN, melihat sekelilingnya itu,” jelasnya.
Dia mengungkapkan, bahwa peserta healing ini lebih banyak pemula. Sehingga, saat pendakian tidak bisa terburu-buru.
Baca Juga: Film “Dasim” Tayang 15 Mei 2025, Horor Baru Starvision yang Diangkat dari Kisah Nyata
“Jam 5 harapannya ya kalau cuacanya mendukung ya, ya bisa melihat matahari terbitnya gitu. Terus dari situ ya menikmati Gunung Parung-nya, terus turun lagi nanti sekitar jam setengah 8 pagi,” ujarnya.
Ditekankannya pula, bahwa mereka memanfaatkan objek wisata terdekat ini sebagai bagian dari cara lebih menghidupkan IKN.
Gunung Parung ini menawarkan pengalaman jelajah alam yang menantang dan memukau.
Wisatawan bisa menikmati pemandangan hutan, gua, dan puncak gunung setinggi 678 mdpl.
Di puncak, dapat dilihat matahari terbit dan terbenam, lautan awan, serta hamparan hutan tanaman produksi ekaliptus dan pembangunan IKN.
Baca Juga: Berkunjung ke Kawasan IKN, Pilihan Penginapan Kini Makin Banyak
Saat ini, akses ke Gunung Parung masih terbatas, dengan perjalanan kaki sekitar 3 jam dari Desa Wonosari, Kecamatan Sepaku, PPU. Gunung Parung menyimpan kekayaan flora dan fauna endemik, seperti bengkirai, meranti, orangutan, monyet, dan burung. ***
Editor : Dwi Puspitarini