Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Banjir di Samarinda Makan Korban! Bocah Nabil Sarim Tenggelam di Gang Saka Bukit Pinang

Uways Alqadrie • Senin, 12 Mei 2025 | 16:46 WIB
Hujan yang mengguyur Samarinda sejak pukul 05.00 Wita pada Senin 12 Mei 2025 mengakibatkan puluhan kawasan dilanda banjir. (Foto tangkapan layar)
Hujan yang mengguyur Samarinda sejak pukul 05.00 Wita pada Senin 12 Mei 2025 mengakibatkan puluhan kawasan dilanda banjir. (Foto tangkapan layar)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Banjir di Samarinda menelan korban jiwa. Orang balita, Nabil Sarim (2), dilaporkan hilang terseret arus banjir di Gang Saka, RT 16, Kelurahan Bukit Pinang pada senin 12 Mei 2025.

Duka menyelimuti warga , Kecamatan Samarinda Ulu. Hal ini terjadi setelah seorang balita bernama yang melanda kawasan tersebut, Senin (12/5/2025) sekitar pukul 13.50 

 Ayah korban, Wawan menuturkan, kejadian bermula saat ia tengah membersihkan sampah di depan rumah sekitar pukul 13.50 Wita. Saat itu, Nabil sedang bermain pancing-pancingan di jembatan teras rumah mereka. 

“Tadi dia main pancingan di depan teras rumah, kebetulan saya tadi itu lagi mau bersihkan sampah di depan rumah,” kata Wawan saat ditemui wartawan.

Namun hanya dalam hitungan detik, air banjir yang deras mengalir membawa malapetaka. 

“Tiba-tiba ada suara air, saya noleh anak saya sudah nggak ada, dan saya langsung terjun ke banjir mencari anak saya, tapi sudah tidak ada,” tuturnya, dengan suara bergetar.

Warga sekitar yang mendengar teriakan Wawan segera datang dan membantu proses pencarian. Namun kondisi lingkungan yang tergenang serta derasnya arus air menyulitkan upaya evakuasi.

Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda bersama tim relawan dan masyarakat setempat langsung turun tangan dan hingga sore hari masih menyisir aliran air di sekitar lokasi kejadian.

Meski pencarian terus dilakukan secara intensif, hingga berita ini diturunkan, balita dua tahun itu masih belum ditemukan. Tim pencari menghadapi tantangan besar, termasuk visibilitas rendah dan medan yang licin serta tertutup genangan.

Pihak keluarga sangat berharap agar anak mereka segera ditemukan dan mengharapkan doa dari seluruh masyarakat. “Kami akan terus mencari sampai anak kami ditemukan. Mohon doa dari semua,” ucap Wawan singkat. 

Editor : Uways Alqadrie
#Longsor di Samarinda #Banjir di Samarinda #bpbd samarinda #Samarinda banjir