KALTIMPOST.ID-Langkanya Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax di Balikpapan membuat pengendara mobil pusing tujuh keliling.
Pasalnya, saat akan membeli BBM jenis Pertalite mereka tidak bisa karena harus memiliki QR Code subsidi BBM.
"Ya tidak bisa, menunggu Pertamax tidak jelas kapan datangnya," tutur Aji, pengendara mobil di Balikpapan kepada Kaltim Post.
Sebagaimana diketahui, Pertalite merupakan BBM bersubsidi yang pembeliannya dibatasi.
Untuk dapat membeli, pengendara mobil harus mendaftar dulu melalui aplikasi MyPertamina.
Setelah melakukan pendaftaran nomor kendaraan termasuk memfoto mobil, pengendara yang disetujui akan mendapatkan QR Code.
QR Code tersebut lah yang harus ditunjukkan setiap kali membeli Pertalite di SPBU dengan jumlah maksimal tertentu setiap harinya.
Karena kesulita membeli Pertalite akhirnya Aji pun membeli bensin eceran di pinggir jalan. "Daripada mobil mogok tidak bisa jalan," katanya.
Sementara itu, antrean panjang masih terjadi di semua SPBU di Balikpapan yang menyediakan Pertalite seperti SPBU Gunung Guntur, SPBU Sepinggan, SPBU Damai Jalan MT Haryono, dan SPBU Karang Anyar.
"Antreannya mengerikan sekali," kata Laagu, ujar warga Sepinggan yang mengantre Pertalite.
Editor : Thomas Dwi Priyandoko