Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Ketua Kadin Balikpapan Usul BBM Gratis Bagi Masyarakat, Tanggung Jawab Pertamina Akibat Kelangkaan BBM di Balikpapan

Rikip Agustani • Selasa, 20 Mei 2025 | 17:05 WIB
Ketua Kadin Balikpapan, Yaser Arafat
Ketua Kadin Balikpapan, Yaser Arafat

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Persoalan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax menuai respon Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Balikpapan, Yaser Arafat. 

Dia mengatakan bahwa kejaidan ini, adalah hal yang memalukan bagi Kota Balikpapan. Yang selama ini mendapat julukan sebagai Kota Minyak. 

Dia pun mengibaratkan kejadian ini seperti peribahasa "Ayam Mati di Lumbung Padi". Lantaran Balikpapan memiliki Kilang Minyak terbesar kedua di Indonesia. Sementara warga Balikpapan masih dihadapkan pada persoalan kesulitan menikmati BBM. 

"Ini sangat memalukan. Di Kota Minyak, justru terjadi kelangkaan minyak. Dan yang langka ini, bukan minyak bersubsidi, tetapi Pertamax yang dibeli secara tunai. Ibaratnya, kita mati di lumbung sendiri," kata Yaser kepada awak media, Selasa (20/5).

Penyandang Master Business Administration AIS St Helens Collage New Zealands ini menekankan bahwa kejadian kelangkaan BBM jenis Pertamax ini harus menjadi perhatian serius. Dan tidak boleh terulang kembali. "Harus ada pihak yang bertanggung jawab atas kelalaian dalam distribusi BBM Pertamax yang berdampak besar terhadap pelaku usaha ini," tegasnya. 

Yaser memaparkan kerugian yang harus ditanggung oleh pemalu usaha, akibat kelangkaan BBM Pertamax ini, dapat menurunkan produktivitas kerja. Dan membuat biaya operasional menjadi membengkak. 

Meskipun kelangkaan hanya terjadi selama satu hari. Dan pelaku usaha yang merasakan dampaknya adalah perusahaan jasa. Seperti penyedia aspal, beton, dan logistik turut terdampak karena kemacetan parah dan meningkatnya biaya bahan bakar.

"Banyak konsumen yang mengalami penundaan pesanan, karena karyawan kehabisan bahan bakar untuk bekerja. Kerusakan mesin kendaraan akibat kosongnya tangki bahan bakar.dan Karyawan terpaksa melakukan kasbon kepada perusahaan untuk membeli bahan bakar," ucapnya. 

Selain itu, kelangkaan BBM Pertamax ini akan membuat meningkatnya keresahan masyarakat. Yang berpotensi memperparah ketidakpercayaan publik terhadap Pertamina. Oleh karena itu, dia menyarankan agar Pertamina menunjukkan empatinya. 

"Jika satu hari mereka membuat konsumen kecewa, maka satu hari pula mereka sebaiknya memberikan insentif. Berupa pengisian bahan bakar gratis, sebagai bentuk permintaan maaf dan tanggung jawab sosial," usul Yaser. 

Dia juga menyebut insentif tersebut bisa diterapkan di SPBU-SPBU, yang mengalami antrian dan kemacetan parah. Akibat kelangkaan BBM Pertamax yang terjadi selama 5 hari terakhir ini. "Lewat insentif seemacam ini, semoga dapat memulihkan kepercayaan publik terhadap Pertamina, khususnya di Balikpapan," pungkasnya. 

 

Editor : Uways Alqadrie
#pertamina patra niaga areal kalimantan #Kadin Balikpapan #BBM langka di Balikpapan