KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Antrean pengendara motor maupun mobil untuk mendapatkan BBM di sejumlah SPBU di Balikpapan, mulai terkendali Rabu (21/5). Selain masuknya pasokan BBM dari luar kota, kebijakan membuka layanan pengisian di beberapa SPBU hingga larut malam, membuat kepadatan antrean berangsur normal dibanding sebelumnya.
“Kami memastikan bahwa pelayanan BBM sudah bisa kembali normal," kata Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Alexander Susilo saat meninjau pelayanan di beberapa SPBU di Balikpapan tadi malam. Dia melanjutkan, Pertamina telah mengirim tambahan pasokan sebanyak 8.000 kiloliter (KL) BBM ke Balikpapan. Dengan tambahan ini, stok BBM di Balikpapan meningkat signifikan.
Baca Juga: Pertamina Akhirnya Akui Stok BBM Terbatas di Balikpapan, DPRD Ultimatum: Kalau Gagal, Siap Mundur!
"Tambahan ini membuat stok kami naik setengah dari sebelumnya, cukup untuk 15 hari ke depan. Bahkan dalam 4 hari ke depan, pasokan tambahan akan kembali datang. Ini akan berlangsung secara kontinu," ujarnya. Terkait isu penarikan pasokan dari kota lain seperti Samarinda dan Banjarmasin, Alexander Susilo menjelaskan, di Samarinda juga telah dipasok 1.000 KL, tetapi sifatnya hanya untuk kondisi tertentu. "Kalau di Balikpapan sudah cukup, maka Samarinda tidak perlu membantu lagi," ujarnya.
Atas kegaduhan yang terjadi, dia menyampaikan permohonan maaf ke masyarakat. Dia kembali menegaskan jika pasokan dan distribusi BBM kini sudah normal. Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud yang turut meninjau menuturkan jika krisis antrean BBM mulai mereda. Kesimpulan itu dia sampaikan setelah mengecek operasional 3 SPBU bersama manajemen Pertamina tadi malam.
Peninjauan yang dimulai pukul 19.30 Wita itu, menyasar SPBU Sepinggan, SPBU MT Haryono, dan SPBU Grand City. Dalam dua hari terakhir, antrean di ketiga SPBU tersebut cukup panjang hingga mengakibatkan kemacetan.
Namun dari pantauan Kaltim Post sekira pukul 21.00 Wita, antrean sudah tidak seperti sebelumnya. Antrean hanya di dalam lokasi SPBU. Bahkan di SPBU Sepinggan terlihat tidak antrean dan tampak lengang. "Alhamdulillah, antrean sudah tidak ada. Pelayanan berjalan normal," ujar Rahmad.
Baca Juga: 3.300 Kiloliter BBM Didatangkan ke Balikpapan, SPBU Diminta Buka 24 Jam untuk Sementara
Menurutnya, ada dua faktor utama yang memicu krisis BBM di Balikpapan. Yakni, keterlambatan pasokan Pertamax yang masih harus didatangkan dari luar Balikpapan sehingga menyebabkan ketidakstabilan distribusi. Kedua, aksi penimbunan yang dikenal sebagai "pengetap" semakin memperparah situasi, menciptakan kepanikan di kalangan masyarakat.
"Tolong, jangan ngetap lagi. Kasihan warga lain. Ini bukan soal menghalangi rezeki, tapi kalau mau berjualan BBM, silakan lewat jalur resmi seperti Pertashop," ucapnya.
Wali Kota menambahkan, langkah membuka SPBU selama 24 jam, merupakan upaya sementara untuk mengatasi dampak kelangkaan BBM yang memicu kepanikan, terutama di kalangan pengguna kendaraan. Namun, ia memastikan kondisi sudah mulai terkendali.
"Kami telah berkeliling ke beberapa SPBU, dan terlihat antrean sudah mereda. Bahkan di beberapa titik, SPBU terlihat kosong," tuturnya. Ia mengapresiasi upaya masyarakat yang tetap menjaga kondusivitas kota di tengah krisis BBM. Politikus Golkar itu berharap peristiwa serupa tidak terulang, dan menjadi evaluasi penting Pertamina.
BISNIS SPBU
Belajar dari kelangkaan Pertamax, Rahmad menyebutkan ada peluang besar bagi masyarakat atau investor untuk ikut membangun SPBU resmi, termasuk skema SPBU compact yang lebih fleksibel. Namun, salah satu tantangan utama adalah harga tanah di Balikpapan yang sangat tingg. Kondisi itu menyulitkan pembebasan lahan. "Kami minta Pertamina sebagai BUMN bisa lebih aktif. Kalau tidak ada investor, mohon agar Pertamina sendiri membangun SPBU di Balikpapan," pintanya.
Ia menegaskan, Pemkot Balikpapan bersama seluruh OPD siap mendukung penuh penyelesaian masalah BBM secara cepat dan tuntas. "Saya sudah sampaikan ke direksi Pertamina pusat, bila Pertamina Patra Niaga tidak mampu menyalurkan, serahkan ke pemkot melalui perusda. Kami siap membantu dengan armada yang sesuai standar. Kalau habis bisa segera diantisipasi, kalau berlebih bisa dikendalikan. Supaya ke depan tidak ada lagi kelangkaan BBM,” jelasnya.
Dia menegaskan, pemkot tidak ingin masalah kesulitan mendapatkan BBM di SPBU berlarut-larut atau bahkan menimbulkan kekacauan di masyarakat. “Aktivitas warga harus kembali normal," ungkapnya. (*)
Editor : Muhammad Rizki