Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Menata Kembali Lalu Lintas di Sungai Mahakam: Rudy Mas'ud Ingin Seperti Sungai Nil, Malam Hari Bebas dari Ponton

Uways Alqadrie • Senin, 26 Mei 2025 | 09:51 WIB
Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud (Harum) melontarkan keinginan menata Sungai Mahakam menjadi lokomotif pariwisata di Kaltim. Syarat utamanya, pada malam hari tidak ada lagi aktivitas pengangkutan batu bara dan tongkang.

"Sungai Mahakam ini punya potensi sangat besar untuk pariwisata," kata Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud (Harum) di Kantor Gubernur Kaltim, belum lama ini.

Malam hari, Sungai Mahakam harus lebih dimanfaatkan dengan wisata susur sungai dan konsep kreatif pariwisata lainnya.

Dengan cara itu, ke depan Kaltim dapat menghimpun pundi-pundi pendapatan daerah dan menghidupkan perekonomian masyarakat daerah dengan semakin meningkatnya jumlah wisatawan, pebisnis dan pekerja yang datang ke daerah ini.

“Kalau malam tidak ada lewat ponton, kita bisa hidupkan Sungai Mahakam kira-kira seperti di Shanghai, Vietnam, Kamboja, Philipina dan Thailand,” sebut Gubernur Harum.

Contoh indah lainnya adalah Sungai Nil di Kairo, Mesir. Keindahan Sungai Nil di malam hari dengan kerlap-kerlip lampu kotanya selalu mampu menghipnotis setiap wisatawan yang datang.

“Kalau malam waktunya Sungai Mahakam jadi tempat rekreasi kapal. Tapi catatannya, jangan ada (ponton/tongkang) penggolongan (melintasi Jembatan Mahakam),” saran Gubernur Harum.

Sebab kata Gubernur Harum, aktivitas pengangkutan batu bara dan lain-lain pada malam hari sangat tidak baik untuk keselamatan lalu lintas sungai.

"Kan tidak menarik saat wisatawan sedang berwisata di Sungai Mahakam, tiba-tiba ada kabar pilar jembatan ditabrak ponton lagi," seru Gubernur.

Ke depan, tata kelola lalu lintas Sungai Mahakam harus diatur lebih baik lagi. Selain berguna untuk menambah pendapatan asli daerah juga berperan baik untuk mengurangi banjir Kota Samarinda dengan melakukan pengerukan.

Seperti diketahui, Sungai Mahakam sudah lama dikenal sebagai urat nadi penting jalur perdagangan Kalimantan Timur. Selain menjadi jalur transportasi angkutan bahan kebutuhan pokok ke wilayah hulu Mahakam, berton-ton batu bara melintas di Sungai Mahakam setiap harinya. Di masa lalu, kayu hasil hutan juga melenggang mulus ke luar Kaltim melintasi jalur Sungai Mahakam.

Editor : Uways Alqadrie
#pemprov kaltim #sungai mahakam #kaltim #jelajah sungai mahakam #gubernur kaltim