KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Hujan deras yang melanda Kota Samarinda pada Selasa (27/5/2025) tak hanya menyebabkan banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah, tetapi juga mengganggu aktivitas pendidikan.
Sejumlah sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) terkendala dalam melaksanakan asesmen sumatif akibat genangan air.
Salah satu sekolah yang terdampak adalah SMP Negeri 6 Samarinda, yang berlokasi di Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Samarinda Ilir. Genangan air sempat masuk ke ruang kelas saat hujan mengguyur sejak pagi hari.
"Genangan air mulai masuk ke kelas sekitar pukul 09.00 Wita. Untungnya, asesmen hari ini sudah selesai dilaksanakan," ujar Zainal Pahmiyadi, salah satu guru di SMPN 6.
Zainal juga menyebutkan, sejumlah siswa tidak dapat mengikuti asesmen karena akses menuju sekolah terendam banjir. Beberapa wilayah tempat tinggal siswa terdampak banjir.
"Ada beberapa siswa yang tidak bisa hadir karena jalan dari rumahnya ke sekolah tergenang. Bagi mereka, akan dijadwalkan asesmen susulan," jelasnya.
Banjir di Samarinda kali ini tidak hanya merendam jalan-jalan protokol dan pemukiman warga, tetapi juga merembet ke sektor pendidikan. Aktivitas belajar mengajar di beberapa sekolah terpaksa dihentikan sementara karena ruang kelas tergenang air.
BPBD Samarinda sebelumnya mencatat bahwa hujan dengan intensitas tinggi disertai fenomena backwater dari Sungai Mahakam menyebabkan genangan di banyak titik, termasuk wilayah pendidikan.
Editor : Uways Alqadrie