Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Groundbreaking Tower 3, Mayapada Hospital Jakarta Selatan Bakal Jadi Rumah Sakit Swasta Terbesar dan Terluas di Indonesia

Romdani. • Kamis, 5 Juni 2025 | 18:15 WIB
SEREMONI: Mayapada Hospital Jakarta Selatan yang menggelar groundbreaking Tower 3. Dihadiri Pratikno, Jonathan Tahir, dan Navin Sonthalia.
SEREMONI: Mayapada Hospital Jakarta Selatan yang menggelar groundbreaking Tower 3. Dihadiri Pratikno, Jonathan Tahir, dan Navin Sonthalia.

KALTIMPOST.ID-Mayapada Healthcare (PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk.) (IDX:SRAJ) resmi memulai pembangunan tower ke-3 unit Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS).

Itu dilakukan lewat seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) yang berlangsung di kompleks rumah sakit, kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Seremoni dipimpin langsung oleh President Commissioner Mayapada Healthcare Jonathan Tahir dan President Director & CEO Mayapada Healthcare Navin Sonthalia.

Acara itu disaksikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Direktur Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan dr Obrin Parulian, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan dr Yudi Dimyati, dan Hospital Director Mayapada Hospital Jakarta Selatan dr Fiktorius Kuludong. 

Jonathan Tahir menjelaskan, pembangunan ini menegaskan komitmen berkelanjutan Mayapada Healthcare dalam memperluas akses layanan kesehatan premium berstandar internasional di Indonesia.

Dengan adanya penambahan gedung layanan baru, Mayapada Hospital Jakarta Selatan, sebagai rumah sakit flagship milik Mayapada Healthcare, akan menjadi rumah sakit swasta terbesar dan terluas di Indonesia.

“Tak hanya itu, kami ingin membangun ekosistem medis yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga dari sisi keilmuan, teknologi, dan pelayanan,” ucapnya.

Sementara itu, Pratikno mengungkapkan, keperluan akan rumah sakit advanced dengan teknologi mutakhir cukup mendesak.

Ia menyampaikan bahwa kehadiran rumah sakit canggih seperti Mayapada sangat penting untuk melengkapi upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

“Kita juga perlu rumah sakit yang advanced. Dengan teknologi robotik, AI, dan precision medicine. Semuanya sangat memungkinkan dengan kecerdasan buatan dengan kecanggihan teknologi bioinformatic yang memungkinkan kita memberikan pelayanan presisi,” papar Pratikno.

Ia menambahkan bahwa pembangunan rumah sakit dengan teknologi tinggi bisa menjadi solusi mengurangi tingginya jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang berobat ke luar negeri.

Data menunjukkan hampir satu juta WNI bepergian ke luar negeri untuk berobat setiap tahun, dengan potensi kebocoran devisa mencapai hampir Rp 200 triliun.

Mengacu data Pemerintah Singapura, WNI merupakan salah satu pasien asing dengan proporsi terbanyak yang berobat ke Singapura.

Menko PMK berharap kehadiran Mayapada Hospital tidak hanya memperkuat sistem layanan kesehatan dalam negeri.

Tetapi juga menjadikan Indonesia sebagai destinasi health tourism, sekaligus pusat pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul dan inovasi teknologi kesehatan nasional.

“Maka, kami sangat bahagia dengan kehadiran rumah sakit advanced seperti Mayapada Hospital di Indonesia. Hadir di Jakarta, membuat health tourism bukan ke luar negeri, tetapi health tourism masuk ke Indonesia,” ungkapnya.

Mayapada Hospital Jakarta Selatan yang menggelar groundbreaking Tower 3
Mayapada Hospital Jakarta Selatan yang menggelar groundbreaking Tower 3

Navin Sonthalia menjelaskan, Mayapada Healthcare dengan bangga memperkenalkan Tower 3 Mayapada Hospital Jakarta Selatan.

Itu sebuah fasilitas medis generasi baru yang dirancang untuk menjawab tantangan layanan kesehatan masa kini dan masa depan.

Berlokasi di lahan seluas 26.917 meter persegi, Tower 3 memiliki total luas 110.209 meter persegi yang mencakup 24 lantai dan empat basement, serta area parkir untuk 1.200 kendaraan.

Struktur dan desainnya telah dirancang dengan ruang untuk ekspansi pada masa depan, memastikan fleksibilitas untuk mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan klinis.

“Dengan hadirnya Tower 3, Tower 1, dan Tower 2, Kompleks Mayapada Hospital Jakarta Selatan akan direorganisasi menjadi sistem rumah sakit terintegrasi yang mengoptimalkan kekuatan masing-masing tower,” paparnya.

Menurutnya, transformasi itu akan memungkinkan alur pasien yang lebih efisien, mempercepat waktu diagnosis hingga tindakan, dan menghadirkan pengalaman pasien yang seamless dan terkoordinasi di seluruh fasilitas.

Sebagai pusat layanan medis untuk kasus tingkat lanjut, Tower 3 akan melengkapi teknologi canggih.

Seperti Radioterapi Linear Accelerator (LINAC) dengan alat diagnostik canggih berbasis nuclear medicine digital PET scan.

Begitu juga SPECT CT untuk kasus kanker, teknologi bedah non-invasif ZAP X Radiosurgery untuk penanganan tumor otak, dan penguatan layanan bedah minimal invasif untuk kasus jantung.

Kemudian teknologi robotik untuk prosedur bedah ortopedi dan rehabilitasi medis bagi pasien stroke dan jantung, serta rehabilitasi pasca-operasi, dan personal hydrotherapy untuk pemulihan efektif. 

Tower 3 turut berkontribusi dalam peningkatan kompetensi para dokter ahli, spesialis dan subspesialis melalui alih pengetahuan (transfer of knowledge) untuk meningkatkan kualitas layanan unggulan (center of excellence).

Salah satu mitra strategis yang akan mendukung upaya ini adalah Apollo Hospitals India, yang memiliki keahlian khusus dalam melakukan tindakan medis lanjutan, termasuk prosedur transplantasi organ yang masih jarang dilakukan di Indonesia.

Menyusul pembangunan Tower 3, Mayapada Hospital Jakarta Selatan juga akan mengembangkan layanan-layanan unggulannya agar lebih terfokus dan komprehensif.

Itu semua demi penanganan medis yang advanced, seperti Oncology Center, Cardiovascular Center, layanan manajemen nyeri, transplantasi organ, layanan regeneratif dan genomik, IVF Center, dan melengkapi fasilitas penunjang seperti VIP dan International Lounge.

Adapun, Fiktorius mengungkapkan, perencanaan pengembangan infrastruktur dan layanan Mayapada Hospital Jakarta Selatan itu dilakukan secara matang.

“Bersama tim dokter multidisiplin, kami telah dipercaya menangani lebih dari 75.000 layanan jantung. Lebih 90.000 layanan saraf dan otak, serta lebih 75.000 layanan kanker. Dengan total pertumbuhan layanan mencapai lebih dari 1 juta pasien,” ungkapnya.

Selain terus mengadopsi teknologi canggih, Mayapada Hospital Jakarta Selatan mendukung penguatan keahlian, serta keterampilan dokter dan tenaga medis.

Juga mendorong kolaborasi antar-dokter multidisiplin dan memberikan pelatihan bagi tim perawat agar semakin ahli dalam memberikan pelayanan bagi pasien.

“Kami percaya bisa menghadirkan perawatan yang lebih advanced, terintegrasi, komprehensif, dengan tetap mengedepankan perawatan yang berpusat pada pasien (patient-centered care),” ucapnya.

Fiktorius menuturkan, seluruh layanan diberikan sesuai akreditasi Joint Commission International (JCI) yang telah diraih pihaknya. Itu sebagai standar tertinggi dunia dan acuan mutu untuk keselamatan dan pengalaman pasien (patient experience).

Mayapada Healthcare terus melengkapi teknologi medis yang canggih melalui kerja sama dengan berbagai mitra global.

Salah satunya Siemens Heathineers dalam menghadirkan teknologi diagnostik mutakhir, PET CT dan SPECT CT dengan sistem pencitraan molekuler terkini yaitu, Biograph Trinion dan Symbia Pro.specta.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan collaboration agreement antara Jonathan Tahir dan Presiden Direktur Siemens Healthineers Indonesia Alfred Fahringer setelah groundbreaking MHJS Tower 3. 

Kemitraan bersama Siemens Healthineers itu menjadi bagian dari upaya Mayapada Healthcare dalam mengembangkan layanan kedokteran nuklir dan teranostik untuk menjawab kebutuhan klinis menyeluruh, termasuk di bidang onkologi, kardiologi, dan neurologi.

Hadirnya sistem diagnostik canggih Biograph Trinion dan Symbia Pro.specta itu semakin memperkuat kemampuan klinis Mayapada Hospital.

Yakni dengan menghadirkan hasil diagnosis yang lebih akurat, perawatan yang lebih presisi dan personal, serta meningkatkan efisiensi alur kerja klinis. Demi hasil yang lebih baik bagi pasien.

Alfred Fahringer mengungkapkan, pihaknya bangga bisa berkolaborasi dengan Mayapada Healthcare untuk memperluas akses terhadap layanan diagnostik kanker yang lebih akurat dan berkualitas tinggi di Indonesia.

“Dengan teknologi yang kami hadirkan kiranya bisa membantu para klinis dalam mendeteksi sel kanker secara presisi dan menyeluruh,” katanya.

Alfred mengapresiasi komitmen Mayapada Healthcare dalam menjaga standar mutu dan kualitas berkelas internasional secara konsisten.

Melalui kolaborasi dengan Siemens Healthineers, akurasi diagnostik akan semakin optimal demi memberikan pelayanan terbaik bagi pasien.

Kolaborasi bersama Siemens Healthineers merupakan salah satu bentuk komitmen Mayapada Healthcare dalam mengedepankan standar layanan internasional.

Tak hanya mencakup pengadaan dan pengembangan teknologi, Mayapada Healthcare juga aktif melakukan alih teknologi dan transfer of knowledge melalui kerja sama dengan mitra global.

Seperti National University Hospital Singapore (NUH), Apollo Hospitals India, serta institusi internasional lainnya.

Hingga kini, kolaborasi bersama Apollo Hospitals India juga terus berjalan melalui Proctorship Program, Continuing Medical Education (CME), serta pemanfaatan teknologi seperti Tele-Radiologi, E-ICU, dan artificial intelligence (AI). (rd)

Editor : Romdani.
#Ibu Kota Negara (IKN) #penajam paser utara #ibu kota nusantara #mayapada hospital nusantara #Mayapada Hospital