KALTIMPOST.ID- Dari kalangan mahasiswa, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Uniba Hijir Ismail menyebut, saat ini masih banyak pertanyaan di masyarakat terhadap program Gratispol.
Apakah benar-benar gratis atau tidak. Di sisi lain, terkait sumber anggaran Gratispol. Apakah akan mengorbankan alokasi anggaran lain, misal infrastruktur. Termasuk kemampuan program itu untuk memperbaiki kualitas pendidikan.
“Karena tidak semua orang yang masuk kampus bisa mendapatkan pendidikan berkualitas, akses dan infrastrukturnya bagaimana juga bisa ditingkatkan,” ucap Hijir.
Ditambahkan Divisi Ekonomi Kreatif BEM Uniba, Natasya menyinggung terkait sasaran Gratispol. Apakah hanya untuk pelajar baru atau juga kepada pelajar yang saat ini tengah berkuliah. Termasuk biaya lain, seperti buku, wisuda hingga soal tanggungan biaya hidup mahasiswa.
Dari perwakilan Keluarga Mahasiswa ITK, Nadriano Ananta Dharma Putra mendorong pemerintah untuk bisa meningkatkan kesadaran anak-anak Kaltim di jenjang SMA/SMK untuk mau melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.
Termasuk fakta yang ditemukannya terkait kendala ekonomi keluarga yang menjadi halangan teman-temannya untuk berkuliah.
"Padahal mereka memiliki pemikiran yang lebih dan kritis dibandingkan saya. Bagaimana mereka bisa diakomodasi melalui program Gratispol. Yang kedua, harus dijelaskan apakah dalam program ini ada kuotanya di setiap institut atau universitas?" mengungkapkannya.
Pertanyaan dari mahasiswa tersebut lantas dijawab Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji. Dia menegaskan, dana Gratispol pendidikan gratis tidak menyentuh anggaran untuk infrastruktur. Melainkan murni dari anggaran pendidikan 20 persen.
Angkanya sekitar Rp 5 triliun dari sekitar Rp 21 triliun APBD Kaltim 2025. Lebih rinci, dari tahap awal membiayai uang tunggal kuliah (UKT) mahasiswa baru, sebagai target pertama, dikeluarkan Rp 190 miliar tahun ini.
Selanjutnya sasaran bagi seluruh mahasiswa semester 1 hingga 8 akan dianggarkan melalui APBD Perubahan 2025 dan APBD 2026.
“Evaluasi tentu dilakukan setiap tahunnya. Utamanya kepada perguruan tinggi yang sudah bekerja sama. Kami ingin universitas di Kaltim ini ke depan akan menjadi destinasi edukasi nasional,” sebutnya.
Lalu bagaimana dengan keperluan hidup siswa? Seno menyebut, Pemprov Kaltim tengah berkoordinasi dengan pemerintah di kabupaten/kota.
Bisa ikut membantu pelajar daerahnya yang berkuliah di luar daerah. Termasuk akan memberikan kebutuhan hidup bagi mahasiswa miskin dari Pemprov Kaltim langsung. (rdh/rd)
Editor : Romdani.