KALTIMPOST.ID, SANGASANGA- Rahmat Dermawan, anggota DPRD Kukar, menilai pencemaran air PDAM akibat semburan sumur LSE-P715 merupakan bukti kelalaian Pertamina dalam operasional pengeboran.
“Secara kasat mata dan dari pengalaman warga, ada dampak nyata dari proses ini. Ini kelalaian,” tegasnya. Rahmat menekankan perlunya Pertamina bertanggung jawab penuh, baik untuk mencegah kebocoran di masa depan maupun menangani dampak saat ini.
Ia mendesak agar kerugian warga, baik langsung maupun tidak langsung, segera diinventarisasi. “Ekonomi warga terdampak, seperti pedagang yang tak bisa berjualan. Komitmen menyediakan air bersih juga harus segera direalisasikan,” ujarnya.
Rahmat juga menyoroti kontribusi Pertamina terhadap pendapatan negara dari eksploitasi sumber daya alam. “Kekayaan diambil, tapi keselamatan warga tidak boleh diabaikan. Air tercemar mungkin tak berdampak langsung, tapi dalam jangka panjang bisa membahayakan kesehatan warga yang sudah terlanjur mengonsumsinya,” lanjutnya. Ia meminta Pertamina memberikan perhatian khusus untuk menyelesaikan krisis ini secara tuntas. “Harusnya ada pertanggungjawaban, termasuk kompensasi,” tegas Rahmat. (*)
Editor : Muhammad Rizki