Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Elon Musk Bikin Partai Politik Baru, Donald Trump Murka: Konyol dan Akan Gagal

Dwi Puspitarini • Senin, 7 Juli 2025 | 10:30 WIB

 

Presiden AS, Donald Trump.
Presiden AS, Donald Trump.

KALTIMPOST.ID, Langkah mengejutkan datang dari pendiri Tesla dan SpaceX, Elon Musk, yang resmi mengumumkan pembentukan partai politik baru bernama America Party.

Namun, keputusan tersebut langsung menuai kecaman dari mantan sekutunya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

"Menurut saya konyol untuk memulai partai ketiga. (Amerika Serikat) itu memiliki sistem dua partai, dan menurut saya memulai partai ketiga hanya akan menambah kebingungan," ujar Trump saat berbicara kepada wartawan di New Jersey, Minggu (6/7/2025).

Trump bahkan menyebut langkah Musk sebagai hal yang tak masuk akal. "Partai ketiga tidak pernah berhasil.

Jadi dia bisa bersenang-senang dengan itu, tetapi menurut saya itu konyol," imbuhnya dengan nada sinis.

Deklarasi partai baru ini diumumkan Musk melalui akun X miliknya, Sabtu (5/7/2025) waktu setempat.

Ia menyebut pendirian America Party sebagai respons terhadap kebijakan pajak dan anggaran terbaru yang disahkan pemerintahan Trump.

"Hari ini, America Party dibentuk untuk mengembalikan kebebasan Anda," tulis Musk.

"Ketika menyangkut pemborosan dan korupsi yang membuat negara bangkrut, kita hidup dalam sistem satu partai, bukan demokrasi," lanjutnya dalam unggahan lain.

Musk menilai pemerintahan saat ini hanya menciptakan utang baru. "Partai Republik kini menguasai semua cabang kekuasaan, tapi tetap menambah utang USD5 triliun," tegasnya.

Padahal pada Mei lalu, Musk sempat mengatakan akan menjauh dari dunia politik.

Namun kini, ia terang-terangan menyatakan siap ikut terlibat di pemilu sela 2026.

Ia bahkan memberi sinyal akan menargetkan anggota Kongres yang mendukung RUU pajak Trump yang ia sebut sebagai "Big Beautiful Bill".

Meski belum ada konfirmasi resmi dari Komisi Pemilihan Federal (FEC) soal pendaftaran partai, beberapa entitas dengan nama mirip seperti "America Party", "DOGE", dan "X" sudah muncul dalam database mereka.

Namun, sebagian dari nama tersebut tampaknya belum sah. Beberapa alamat kontak yang dicantumkan tidak jelas, seperti wentsnowboarding@yahoo.com, memicu spekulasi bahwa itu bukan pengajuan resmi dari kubu Musk.

Keputusan Musk membentuk partai juga mengundang kekhawatiran di dunia bisnis.

Perusahaan-perusahaannya seperti Tesla dan SpaceX sangat bergantung pada kontrak pemerintah.

"Saya bayangkan para anggota dewan direksi tidak senang dengan pengumuman itu dan akan mendorongnya fokus pada bisnis, bukan politik," kata Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dalam wawancara dengan CNN.

Sejak pengumuman tersebut, saham Tesla dilaporkan mengalami tekanan di bursa. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#partai republik #tesla #pemilu AS 2026 #America Party #Partai Amerika #partai politik baru #donald trump #elon musk