KALTIMPOST.ID, Dunia diplomasi Indonesia tengah berduka atas meninggalnya Arya Daru Pangayunan, diplomat muda dan staf Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) yang ditemukan tewas secara tragis di kamar kosnya di Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa pagi (8/7/2025).
Jenazah Arya ditemukan dalam kondisi mengenaskan, terlentang di atas tempat tidur dengan wajah dan kepala tertutup lakban kuning, sementara tubuhnya tertutup selimut biru gelap.
Juru Bicara Kemenlu, Rolliansyah Soemirat, membenarkan kabar duka tersebut. "Betul, salah satu staf Kemenlu, Saudara Arya Daru Pangayunan, telah meninggal dunia di kediamannya di Gondangdia," ujarnya.
Ia juga menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan, mengingat Arya meninggalkan seorang istri dan dua anak.
"Saat ini Kementerian Luar Negeri menyerahkan proses penanganan peristiwa ini kepada pihak yang berwenang dan akan terus memberikan dukungan yang diperlukan dalam proses yang berlangsung," tambah Roy.
Polisi dari Polres Metro Jakarta Pusat langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan mendalam.
Kapolsek Menteng, Komisaris Rezha Rahandhi, menyatakan bahwa korban berinisial ADP (39) adalah seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Kemenlu yang berasal dari Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Namun, penyebab kematian Arya belum dapat dipastikan karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik lain maupun barang yang hilang.
"Kami masih melakukan pendalaman penyelidikan dan memeriksa beberapa saksi, termasuk istri korban," ujar Rezha.
Profil Arya Daru Pangayunan
Arya Daru Pangayunan merupakan alumnus Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM) yang telah mengabdi di Kementerian Luar Negeri sejak Januari 2014.
Sepanjang kariernya, Arya pernah bertugas di sejumlah kedutaan besar Indonesia, termasuk sebagai staf di Kedutaan Besar RI di Yangon (2011-2013), Third Secretary Fungsi Politik di KBRI Dili (2018-2020), dan Second Secretary Fungsi Ekonomi, Sosial, dan Budaya di KBRI Buenos Aires (2020-2022).
Terakhir, ia menjabat sebagai diplomat ahli muda di Direktorat Perlindungan WNI Kemenlu.
Rekan-rekan mengenang Arya sebagai sosok yang cerdas, anteng, dan berperilaku baik. Teman semasa SMA, Ardhi Iswansyah, menyebut Arya sebagai pribadi yang tidak pernah bermusuhan dan fokus pada pendidikannya.
"Dia anaknya baik, enggak pernah punya musuh. Tipikal anak yang anteng, fokus sekolah," ujar Ardhi.
Beberapa hari sebelum meninggal, Arya sempat mengunggah iklan mobil pribadinya di Instagram, yang kemudian menjadi jejak digital terakhirnya.
Unggahan tersebut dibanjiri komentar duka dari sahabat dan kolega yang mengenang kebaikan dan keramahan Arya.
Kematian Arya yang ditemukan dengan kepala dililit lakban kuning dan tubuh tertutup selimut biru gelap menimbulkan spekulasi dan tanda tanya besar.
Polisi masih mengumpulkan barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap motif kematian yang diduga tidak wajar ini.
Editor : Dwi Puspitarini