Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pesan Terakhir Brigadir Nurhadi Sebelum Diduga Dibunuh Kompol I Made Yogi dan Ipda Haris

Uways Alqadrie • Kamis, 10 Juli 2025 | 14:47 WIB
Brigadir Muhammad Nurhadi bersama istri dan anaknya. (FOTO: IST)
Brigadir Muhammad Nurhadi bersama istri dan anaknya. (FOTO: IST)

KALTIMPOST.ID, LOMBOK BARAT – Keluarga besar Brigadir Muhammad Nurhadi membantah anggapan bahwa almarhum pergi ke Gili Trawangan, Lombok Utara, untuk berpesta sebelum ditemukan meninggal dunia pada 16 April 2025. 

Mereka menegaskan bahwa kepergian Nurhadi ke lokasi tersebut bukan untuk bersenang-senang, melainkan dalam rangka menjalankan tugas.

Mertua almarhum, Sukarmidi, menyebut Nurhadi tengah mempersiapkan acara akikah untuk anak keduanya yang saat itu baru berusia satu bulan.

“Tidak benar kalau dibilang Adi pergi ke Gili untuk bersenang-senang. Justru saat itu dia tengah menyiapkan syukuran akikah untuk anaknya,” ujar Sukarmidi saat ditemui di kediamannya di Dusun Lendang Re, Desa Sembung, Kecamatan Narmada, Rabu (9/7/2025).

Menurutnya, Nurhadi dikenal sebagai sosok yang penyayang terhadap keluarga, terutama anak-anaknya. Setiap pulang kerja, Nurhadi selalu menyempatkan diri untuk mencium kedua anaknya.

“Setiap hari dia selalu dekat dengan anak-anak. Sulit dipercaya kalau dia rela meninggalkan acara penting hanya untuk hal yang tak bermanfaat,” katanya.

Sukarmidi juga menyampaikan bahwa keluarga sempat merasakan firasat buruk sebelum kejadian. Ia mengatakan bahwa Nurhadi sempat berpamitan kepada sejumlah orang, termasuk kepada tukang bangunan yang sedang mengerjakan perabotan rumah tangga di kediamannya.

“Selasa itu dia sempat berpesan ke tukang yang buat kursi. Katanya, kursinya nanti bisa dipakai ramai-ramai,” tuturnya.

Sebelum kejadian, Nurhadi diketahui sempat melakukan panggilan video kepada anak sulungnya yang berusia lima tahun, sekitar pukul 16.00 WITA. Namun setelah waktu magrib, komunikasi terputus dan pesan-pesan dari anaknya pun tak lagi mendapat balasan.

“Anaknya sempat kirim voice note, minta ayahnya cepat pulang. Tapi setelah itu tidak ada kabar lagi,” ucap Sukarmidi.

Kabar duka akhirnya datang, menyebut bahwa Nurhadi meninggal dunia dalam kondisi tidak wajar. Pihak keluarga pun menyayangkan narasi yang berkembang bahwa almarhum tewas saat berpesta.

Sukarmidi menduga kuat menantunya bukan pergi atas inisiatif sendiri, melainkan dalam tekanan. Ia berharap aparat penegak hukum mengusut kasus ini secara menyeluruh dan transparan.

Editor : Uways Alqadrie
#polisi bunuh polisi #Brigadir Muhammad Nurhadi #Ipda Haris Chandra #Melani Putri #Kompol I Made Yogi Purusa Utama #polda ntb