KALTIMPOST.ID-Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud (Harum) dan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji berkunjung ke wilayah utara Kaltim. Sejumlah lokasi telah didatangi.
Salah satu yang dikunjungi dua pemimpin provinsi ini adalah Jembatan Sungai Nibung, Senin (14/7).
Jembatan yang menghubungkan Desa Kadungan Jaya di Kecamatan Kaubun dan Desa Pelawan di Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur (Kutim) itu dibangun sejak 2014.
“Kita prihatin ya, masyarakat harus antre berjam-jam menyeberang kapal feri tradisional. Padahal ada jembatan, tapi belum rampung,” kata Harum setelah menyeberang di Pelabuhan GM Kecamatan Kaubun.
Menurut orang nomor satu di Benua Etam itu, keberadaan infrastruktur seperti Jembatan Sungai Nibung sangat penting.
Yakni dalam mendukung kemudahan jalur transportasi orang, distribusi barang, dan jasa di kawasan utara.
“Sayang sekali ya kalau ini barang (jembatan) tidak dimanfaatkan. Berapa besar uang rakyat digunakan, tapi sampai sekarang belum tuntas,” ungkap Harum.
Tahun ini, Harum sangat berharap Jembatan Sungai Nibung segera dituntaskan pembangunannya.
“Kami harap semua pihak mendukung percepatan penyelesaian jembatan ini. Sehingga distribusi barang dan jasa berjalan lancar. Tidak perlu antre lama-lama,” beber Harum.
Seno Aji menambahkan komitmen Gubernur Rudy Mas'ud dan dirinya memenuhi keperluan dasar masyarakat, di antaranya sarana jalan dan jembatan.
“Itulah yang diperjuangkan Bapak Gubernur. Jadi kita berjuang Jembatan Sungai Nibung segera selesai dan masyarakat bisa menikmati hasil pembangunan ini,” jelasnya.
Seno memohon dukungan dan kepedulian semua pihak agar mendukung penyelesaian jembatan yang sudah dibangun puluhan tahun, namun tidak kunjung selesai.
“Jarak yang lebih singkat, maka perekonomian kawasan ini akan meningkat, lalu lintas lebih lancar, dan kualitas angkutan ikan dari Biduk-Biduk dan Talisayan akan meningkat,” harapnya.
Kepala Dinas PUPR-Pera Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda menjelaskan jembatan sepanjang 200 meter itu akan memperpendek jarak antara Desa Kadungan Jaya di Kecamatan Kaubun dan Kecamatan Karangan. “Bahkan memangkas waktu perjalanan sekitar tiga jam,” bebernya.
Selain itu, Jembatan Sungai Nibung akan memperpendek jarak tempuh menuju kawasan di Berau, seperti Kecamatan Batu Putih, Talisayan, dan Biduk-Biduk.
“Jembatan Sungai Nibung ini akan menjadi sarana penting untuk meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di Kutim dan Berau,” pungkasnya. (yans/sul/ky/adv/rd)
Editor : Romdani.