Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Bukan Cuma Tugas Ibu! Ayah 4 Anak Ini Ungkap Pentingnya Antar Sekolah di Hari Pertama

Raden Roro Mira Budi Asih • Minggu, 20 Juli 2025 | 08:10 WIB
SEMPATKAN: Bagi Dana, kedekatan dengan itu wajib dijaga. Mengantar anak sekolah jadi rutinitas wajibnya setiap pagi.
SEMPATKAN: Bagi Dana, kedekatan dengan itu wajib dijaga. Mengantar anak sekolah jadi rutinitas wajibnya setiap pagi.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Surat Edaran (SE) No. 7/2025 dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) RI Wihaji tentang imbauan bagi para ayah untuk mengantar anak di hari pertama sekolah, mendapat dukungan dari masyarakat. Salah satunya datang dari Dana Pranata yang memiliki empat anak.

"Saya dukung banget kebijakan itu. Harapannya instansi tempat bekerja juga bisa mendukung, karena seringnya tanggung jawab antar anak hanya dianggap tugas ibu. Padahal ayah juga punya peran penting," kata staff hubungan masyarakat (humas) Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim itu.

Dana mengaku selalu menyempatkan waktu mengantar anak sekolah meski harus menyesuaikan jadwal kerja. Anak pertamanya kini duduk di kelas 5 SD, anak kedua kelas 3 SD, anak ketiga baru masuk TK, dan si bungsu baru berusia satu tahun.

"Saya bukan sendiri, tapi bareng istri waktu antar anak ketiga pertama kali masuk TK kemarin. Momen antar sekolah ini penting untuk membangun kedekatan. Apalagi anak perempuan itu biasanya lebih dekat dengan ayahnya. Saya enggak mau kehilangan momen itu," ujarnya.

Menurutnya, momen hari pertama sekolah menjadi kenangan tak terlupakan bagi anak-anak. Maka dari itu, Dana merasa perlu terlibat langsung. Dia bahkan rutin mengantar anak-anaknya sebelum berangkat kerja.

"Kalau pagi, saya antar yang besar dulu karena masuk sekolahnya kan jam 7 pagi. Anak kedua kebetulan masuknya siang. Nah yang anak perempuan satu-satunya, yang baru masuk TK itu masuk 7.30. Jadi selesai antar si kakak, lanjut antar anak yang ketiga setelah itu langsung kerja,” imbuhnya.

Meski pekerjaan kadang menuntut waktu hingga malam hari, Dana tetap berusaha menjaga keseimbangan waktu untuk keluarga. "Kadang pulang malam. Tapi istri selalu ingatkan, tolong HP ditaruh dulu. Minimal 30 menit main sama anak, fokus," tuturnya.

Untuk menjaga kelekatan emosional, Dana dan keluarga juga rutin melakukan aktivitas bersama di akhir pekan. "Paling enggak, seminggu sekali kita jalan bareng. Minimal ke GOR untuk olahraga, atau sekadar kulineran bareng. Yang penting ada waktu untuk bonding. Alhamdulillah sekarang sudah rutin setiap Sabtu atau Minggu," kata pria kelahiran 1988 itu.

Dia juga menilai pentingnya kesadaran instansi dan tempat kerja untuk membuat program penunjang terkait. "Sekarang sudah mulai bagus, beberapa instansi punya program kayak work life balance. Harapannya juga bisa mendukung edaran penerintah. Jam masuk kantor maksimal juga di jam 9, jadi kalau anak sekolah jam 7, sebenarnya masih sempat diantar. Tinggal komitmen aja," pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#hari pertama sekolah #mengantar anak #Mengantar Anak Sekolah