Gubernur Kaltim, H. Rudy Mas’ud, menyatakan bahwa kemitraan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk menjadikan Kaltim sebagai wilayah hijau yang adaptif terhadap krisis iklim.
Ia pun menyampaikan penghargaan kepada YKAN atas dukungannya dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
“Keberlanjutan kerja sama ini menunjukkan bahwa sinergi antarlembaga bisa memberikan hasil nyata. Harapan kami, kolaborasi ini terus berbuah positif demi masa depan lingkungan Kaltim,” ujar Gubernur Rudy.
Kolaborasi ini melanjutkan kerja sama yang telah berlangsung sejak 2020. Dalam periode sebelumnya, sejumlah capaian strategis berhasil diraih, di antaranya perlindungan ekosistem lahan basah, pengelolaan gambut, penguatan kapasitas desa, hingga penyusunan peta jalan konservasi di wilayah perkebunan.
Direktur Eksekutif YKAN, Herlina Hartanto, menekankan pentingnya keterlibatan lintas pihak, terutama masyarakat lokal, dalam upaya pelestarian lingkungan.
Menurutnya, masyarakat menjadi kekuatan utama dalam pengelolaan hutan dan sumber daya alam secara legal dan berkelanjutan.
“Konservasi yang berhasil berangkat dari kerja sama. Kami berkomitmen untuk terus mendampingi pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan ramah lingkungan,” kata Herlina.
Melalui inisiatif seperti Akademi Kampung SIGAP, YKAN juga aktif dalam pemberdayaan komunitas dan pelaku usaha lokal yang bergerak di sektor hijau.
Perpanjangan kerja sama ini semakin mempertegas posisi Kalimantan Timur sebagai pelopor pembangunan hijau nasional—menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi bisa selaras dengan pelestarian lingkungan.
Editor : Uways Alqadrie