KALTIMPOST.ID—Media asing asal Prancis, FRANCE24, menyoroti eks marinir Indonesia, Satria Arta Kumbara, yang meminta dapat kembali pulang ke Tanah Air setelah bertempur untuk Rusia melawan Ukraina.
Media tersebut membuat ulasan dengan judul Indonesia: Controversy erupts as ex-soldier fighting for Russia calls for hel (Indonesia: Kontroversi Muncul saat Mantan Prajurit yang Bertempur untuk Rusia Minta Bantuan)
Dalam ulasannya, Satria Kumbara menuai kontroversi setelah mengunggah video di TikTok berisi permintaan bantuan agar bisa kembali ke Tanah Air.
Ia mengaku kehilangan kewarganegaraannya usai menandatangani kontrak sebagai tentara Rusia yang bertempur di Ukraina.
Dalam video yang diunggah 21 Juli 2025 itu, Kumbara mengenakan seragam militer Rusia, menyampaikan penyesalan karena dianggap “ceroboh” menerima kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia.
“Karena kebodohan saya, saya menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia hingga kewarganegaraan saya dicabut. Saya mohon kemurahan hati untuk membantu mengakhiri kontrak ini dan mengembalikan kewarganegaraan saya agar bisa pulang ke Indonesia,” ujarnya.
Video tersebut ditonton lebih dari 1 juta kali dan memicu perdebatan luas di Indonesia. Kumbara bukan sosok asing. Pada Mei lalu, ia sudah menjadi sorotan setelah akun TikTok @zstorm689 mengunggah fotonya berseragam marinir Indonesia dan Rusia.
Pihak TNI AL sebelumnya membenarkan bahwa Kumbara desersi dari Korps Marinir sejak 13 Juni 2022. Putusan pengadilan April 2023 menjatuhkan hukuman penjara satu tahun serta pemecatan.
FRANCE24 mengamati rekam jejak digital Satria yang menunjukkan, pada 2024 ia sempat melamar pekerjaan di berbagai negara, mulai dari penjaga di Kuwait, spesialis keamanan di Irak, hingga posisi kepala departemen teknik di Indonesia.
“Saya tertarik, tapi saya dari Indonesia, apakah mungkin? dengan pengalaman 16 tahun di marinir,” tulisnya pada sebuah lowongan pekerjaan.
Namun yidak jelas apakah saat itu ia sudah meninggalkan Indonesia.
Kemudian, unggahan TikTok pertama yang menunjukkan dirinya di Rusia berasal dari Maret 2025.
Peneliti FRANCE24 juga dapat melacak sebagian perjalanannya menggunakan foto-foto yang dipublikasikan di akun TikTok lain, @satria_piek689.
Akun tersebut mengklaim sebagai “akun kedua @zstorm689” dan menampilkan banyak video identik dengan yang disebutkan sebelumnya, yang menunjukkan akun itu dikelola oleh orang yang sama.
Gambar-gambar memperlihatkan dirinya di Kuala Lumpur, Malaysia, dan kemudian di Bandara Ufa, di wilayah Bashkortostan, Rusia tengah.
“Bepergian melalui Malaysia kemarin sebelum sampai di Moskow… Jakarta-Malaysia-Qatar-Moskow,” tulisnya menanggapi komentar di salah satu videonya.
Langkah Kumbara bergabung dengan Rusia diperkirakan karena faktor ekonomi. Dalam videonya, ia membantah dianggap mengkhianati Indonesia.
“Saya datang ke sini hanya untuk mencari nafkah,” ujarnya.
Namun, Komandan Korps Marinir menyebut Kumbara ke Rusia karena terlilit utang akibat gaya hidup mewah dan judi online. Klaim ini belum dapat dipastikan kebenarannya.
Isu kewarganegaraan pun jadi perdebatan. Menteri Hukum dan HAM sudah menegaskan sejak Mei 2025 bahwa kontrak Kumbara dengan tentara Rusia otomatis membuatnya kehilangan status WNI. Meski begitu, sebagian masyarakat menilai permintaannya wajar karena sulitnya lapangan kerja di Indonesia.
“Cara dia membingkai situasi sangat nyambung dengan kondisi Indonesia, apalagi soal isu korupsi,” ujar Radityo Dharmaputra, pengamat dari Universitas Airlangga.
Kendati demikian, pemerintah menegaskan proses pengajuan kembali kewarganegaraan tidak bisa terburu-buru karena menyangkut aspek hukum, imigrasi, dan strategi pertahanan. Sementara itu, Kementerian Pertahanan meminta masyarakat tidak meniru langkah Kumbara bergabung dengan militer asing.
Editor : Thomas Dwi Priyandoko