Insiden yang pertama kali dibagikan oleh akun Instagram @makassarvirals itu disebut-sebut terjadi di wilayah Sulawesi Tenggara. Dalam video berdurasi singkat tersebut, tampak perempuan yang sedang dalam proses persalinan terbaring lemah di kasur bersalin, ditemani dua bidan.
Dengan napas terengah dan tenaga yang semakin menipis, sang ibu muda sempat mengungkapkan keputusasaan.
“Enggak kuat lagi... bisa mati ini,” ucapnya lemah.
Namun alih-alih mendapat dukungan emosional, suara tajam yang diduga berasal dari mertuanya justru menyela suasana.
“Kamu kira kamu aja yang capek? Suamimu juga capek nungguin!”
“Kalau mati, mati aja! Tapi lahirkan dulu anak itu!”
Ucapan tersebut sontak memicu kemarahan publik. Salah satu bidan yang hadir mencoba meredam situasi dengan menenangkan sang ibu dan menegur pihak keluarga.
“Ibu, tolong beri semangat. Jangan berkata seperti itu.”
Namun teguran tersebut tak menghentikan nada tinggi dari sang mertua, yang tetap menyuruh sang menantu “mengatur napas dan jangan lemah”.
Rekaman ini menuai respons keras dari warganet yang mengutuk keras sikap tidak manusiawi dalam momen krusial tersebut.
“Kalau ada mertua kayak gini, lebih baik rawat diri sendiri aja pas tua nanti!” tulis netizen.
“Bidan harusnya lebih tegas, keluarkan saja keluarga yang merusak mental pasien,” sahut yang lain.
“Suaminya ke mana? Kok bisa-bisanya diam?”
Beberapa warganet juga mengkhawatirkan dampak psikologis yang mungkin akan dialami sang ibu usai persalinan, termasuk risiko baby blues atau trauma jangka panjang.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada konfirmasi dari pihak berwenang mengenai identitas lengkap pihak-pihak yang terlibat maupun kondisi terkini ibu dan bayi.
---
Editor : Uways Alqadrie