KALTIMPOST.ID-Aksi demonstrasi kembali digelar di depan pagar Kantor Gubernur Kaltim. Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Seno Aji menerima puluhan pengunjuk rasa.
Wagub pun tak ragu duduk lesehan di teras Kantor Gubernur untuk mendengarkan aspirasi pengunjuk rasa yang dipimpin Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Samarinda Syahril Saili.
Seno menjelaskan tuntutan HMI sangat relevan. Salah satunya soal infrastruktur kawasan pedalaman seperti Mahakam Ulu (Mahulu).
Wagub menjelaskan, bahwa tahun ini Pemprov Kaltim pada era kepemimpinan Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud dan dirinya telah mengalokasikan dana dari Tering hingga Mahulu bernilai ratusan miliar rupiah.
“Kami terima aspirasi adik-adik HMI Samarinda. Tering ke Mahulu insyaallah akhir tahun ini sudah selesai," tegas Seno setelah menerima puluhan pengunjuk rasa.
Wagub bahkan mengajak anggota HMI untuk melihat langsung kondisi jalan menuju Mahulu. Pemprov Kaltim sendiri terus melakukan perbaikan agar jalur tersebut mudah dilalui, meski belum ada status jalan nasional atau provinsi di jalur tersebut.
HMI menuntut sikap pemerintah atas banyaknya korban di lubang-lubang eks tambang. Wagub mengatakan, Pemprov Kaltim tegas bahwa kasus serupa tidak boleh terulang lagi.
Perusahaan juga diwajibkan mengamankan areal lubang tambang dan melakukan reklamasi.
“Tambang adalah kewenangan pusat. Tapi, kita sudah berupaya koordinasi maksimal agar pusat memerhatikan itu. Harapan kami tidak ada lagi korban jiwa dari lubang tambang,” tegas Seno.
Para pengunjuk rasa juga menyoal permasalahan pendidikan dan kesehatan. “Yang jelas, kami sudah menyampaikan perkembangan program Gratispol dan Jospol. Termasuk pembangunan rumah sakit dan sekolah baru di daerah terpencil,” jelasnya.
Demikian juga kasus DBON, Pemprov Kaltim menyerahkan sepenuhnya untuk proses hukum.
“Kami berpesan agar tetap dilakukan pemeriksaan terhadap DBON dan sekarang masih berjalan,” tegasnya. (jay/sul/ky/adv/rd)
Editor : Romdani.