Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Beasiswa hingga Bantuan Uang Tunai Untuk Guru Non-ASN Diluncurkan, di Kaltim Dapat Berapa?

Nasya Rahaya • Jumat, 8 Agustus 2025 | 08:03 WIB

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian.
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Pemerintah mulai merealisasikan janjinya dalam meningkatkan kesejahteraan guru, terutama bagi para pendidik non-Aparatur Sipil Negara (non-ASN). Tiga program baru diluncurkan sebagai “kado” HUT RI ke-80, yang menurut Komisi X DPR RI, bukan sekadar simbolik, tapi harus menjadi awal dari perubahan berkelanjutan.

Melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), pemerintah secara resmi meluncurkan tiga program dalam payung Kado HUT RI dari Presiden untuk Guru. Program tersebut meliputi insentif bagi guru non-ASN, bantuan subsidi upah (BSU) untuk pendidik PAUD nonformal, serta bantuan afirmasi untuk peningkatan kualifikasi pendidikan hingga jenjang S1 atau D4.

Peluncuran ini disambut positif Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian. Ia menyebut, sebagian dari program ini sejatinya sudah dirancang sejak Hari Guru Nasional lalu, termasuk mekanisme penyaluran tunjangan langsung ke rekening guru honorer.

Baca Juga: Pengumuman Kemendikdasmen! Insentif Guru Non-ASN 2025 Naik 5 Kali Lipat, Dana Cair Sekaligus Setahun

“Sekarang ditambah lagi dengan subsidi upah dan bantuan pendidikan. Yang paling penting, ada pembiayaan agar guru bisa meningkatkan kompetensinya. Bukan hanya sekadar hadiah, tapi investasi jangka panjang,” ujar Hetifah kepada Kaltim Post, Kamis (7/8).

Menurut dia, penyaluran bantuan untuk guru non-ASN sudah dimulai. “Per hari ini sekitar 85 persen sudah tersalurkan. Harapannya bisa selesai sebelum 17 Agustus,” kata legislator asal Kalimantan Timur itu.

Program afirmasi pendidikan bagi guru juga jadi perhatian, karena menyasar mereka yang belum menyelesaikan pendidikan S1 atau D4. Menurut data Kemendikdasmen, ada 12.500 kuota bantuan pendidikan tahun ini. Meski distribusi per provinsi belum diumumkan, Hetifah memastikan guru-guru di Kaltim juga bisa ikut serta.

Baca Juga: Kado Spesial HUT RI Ke-80, Guru Dapat Bonus Besar! Ada Insentif hingga BSU Cair Lagi

“Prinsipnya terbuka untuk semua daerah. Jadi siapa pun guru yang belum menyelesaikan pendidikannya, silakan mendaftar. Kalau belum bisa tahun ini, pasti dilanjutkan tahun depan,” ujarnya.

Meski belum bisa merinci alokasi kuota untuk Kaltim, Hetifah memastikan bahwa Komisi X akan menjalankan fungsi pengawasan, termasuk mengevaluasi sebaran bantuan dan efektivitas implementasinya.

“Biasanya dalam masa sidang kami menerima laporan pemerintah terkait capaian dan serapan anggaran. Kalau lambat, kami dorong percepatan. Kalau ada keluhan, kami tampung dan sampaikan ke kementerian,” katanya.

Ia pun mengakui, saluran komunikasi informal sering dipakai para guru untuk menyampaikan kendala, mulai dari pendaftaran hingga penyaluran dana. “Banyak yang menghubungi saya langsung lewat DM atau WhatsApp. Ini jadi masukan kami agar pelaksanaan program bisa diperbaiki,” ucap Hetifah.

Program afirmasi pendidikan dinilai penting karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan guru. Jika guru telah menuntaskan pendidikan S1 dan mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG), maka peluang untuk memperoleh sertifikasi profesi terbuka lebar.

“Dan itu artinya pendapatan mereka bisa naik dua kali lipat secara permanen. Jadi hadiahnya sekali, tapi efeknya berkelanjutan,” tuturnya.

Meski demikian, tak semua bantuan bersifat permanen. Khusus untuk pendidik PAUD nonformal, bantuan subsidi upah saat ini masih berupa stimulus sementara. “Karena statusnya belum diakui sebagai guru formal, maka bentuk bantuannya juga masih sementara. Tapi kalau mereka nanti memenuhi kualifikasi dan tersertifikasi, maka otomatis akan naik status,” ujar Hetifah.

Komisi X berharap momentum HUT RI ini bisa menjadi langkah awal perubahan sistemik bagi kesejahteraan guru di seluruh Indonesia. “Kita ingin ini tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Tapi jadi tonggak peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan guru secara berkelanjutan,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran media dalam menyampaikan informasi kepada para guru, agar tidak ada yang tertinggal dari program ini. “Semakin cepat mereka tahu, semakin cepat pula mereka bisa mendaftar dan menikmati manfaatnya,” ucap Hetifah. (*)

Editor : Muhammad Rizki
#Guru Non Aparatur Sipil Negara #Hetifah Sjaifuddian #guru non ASN yang belum tersertifikasi