Rudal ini menjadi sistem balistik pertama yang dimiliki Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan menandai langkah maju dalam modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia.
Dikutip dari sejumlah sumber, termasuk platform perlindungan Sahabat Keris dan Defense Security Asia, serta laporan media nasional, rudal KHAN merupakan versi ekspor dari rudal Bora buatan Roketsan, produsen pertahanan asal Turki.
Sistem rudal ini dirancang untuk serangan presisi dalam jarak hingga 280 kilometer. Dengan bobot sekitar 2.500 kilogram, diameter 610 milimeter, dan hulu ledak ledakan tinggi seberat 470 kilogram, KHAN mampu menghantam sasaran strategis seperti pusat komando, fasilitas logistik, radar, dan bunker.
Keunggulan rudal KHAN antara lain didukung oleh kendaraan peluncur Tatra 8×8 yang memberikan mobilitas tinggi serta kemampuan “shoot-and-scoot” sehingga memperkecil risiko serangan balik musuh.
Sistem navigasinya memakai GPS, GLONASS, dan navigasi inersia untuk menjamin akurasi di bawah 10 meter CEP, bahkan di wilayah yang mengalami gangguan sinyal.
Letak Markas Yonarmed 18 di Tenggarong sangat strategis. Posisi tersebut dekat dengan perbatasan Malaysia Timur, hanya berjarak 300-350 kilometer dari wilayah seperti Tawau, Sabah.
Dengan jangkauan rudal mencapai 280 kilometer, penempatan ini menjadi sinyal kemampuan pencegahan dini terhadap potensi ancaman di kawasan regional.
Menurut analisis Defence Security Asia, kedatangan KHAN menandai perubahan paradigma pertahanan Indonesia, dari orientasi pasif menjadi strategi ofensif yang lebih modern dan responsif terhadap dinamika keamanan kawasan.
Saat dimintai keterangan, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal TNI Frega Wenas Inkiriwang, memberikan jawaban yang sangat hati-hati.
"Sementara saya belum monitor terkait isu ini," ujar Frega seperti dikutip dari Suara.com, pada Kamis, 7 Agustus 2025.
Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan pentingnya kerja sama strategis dengan Turki, baik melalui skema Government to Government (G to G) maupun Business to Business (B to B), guna mengembangkan industri pertahanan dalam negeri.
Baca Juga: Tangisan Ibu Prada Lucky: Anak Saya Mati Sia-sia! Sudah 20 Orang Dipaksa
Dengan kehadiran rudal balistik KHAN, Indonesia kini menjadi negara ASEAN pertama yang memiliki kapabilitas “second-strike,” yaitu kemampuan merespons ancaman secara cepat dan presisi tanpa bergantung pada kekuatan laut dan udara.
Editor : Uways Alqadrie