Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Atap Bocor dan Dinding Berlumut, Dirut LBB Bakal Lakukan Perbaikan Gedung Pelabuhan Loktuan

Adhiel kundhara • Kamis, 14 Agustus 2025 | 14:25 WIB

Atap gedung Pelabuhan Loktuan berlubang, kondisi ini membutuhkan penanganan segera terkait aspek keamanan penumpang. (ADIEL KUNDHARA/KP)
Atap gedung Pelabuhan Loktuan berlubang, kondisi ini membutuhkan penanganan segera terkait aspek keamanan penumpang. (ADIEL KUNDHARA/KP)


KALTIMPOST.ID, BONTANG- Kondisi bangunan Pelabuhan Loktuan sungguh memprihatinkan. Sejumlah atap pun terbuka akibatnya plafon rusak. Kondisi ini diperparah dengan cat dinding di beberapa titik yang berlumut.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni meminta agar bangunan ini diperbaiki. Pasalnya pelabuhan merupakan pintu gerbang perekonomian Kota Bontang. “Saya minta untuk PT LBB selaku operator pelabuhan memperbaikinya. Dinding perlu dicat kemudian atap diperbaiki,” kata Neni.

Menurutnya bangunan ini sangat bagus dan mewah. Tetapi membutuhkan sentuhan perawatan agar enak dipandang setiap saat. Bahkan PT LBB dalam sebulan meraup pendapatan mencapai Rp700 juta.

Baca Juga: Tekan Kasus Perundungan, Ini yang Diminta Wali Kota Bontang untuk Kelengkapan Fasilitas

“Pelabuhan Loktuan ini tentunya bisa menyumbang PNBP untuk pusat dan pertumbuhan ekonomi melalui transaksi yang ada,” ucapnya. Sementara itu, Dirut PT LBB Hariyadi menyebutkan bahwa, perbaikan ini akan dilakukan. Menurutnya pengerjaan dilakukan secara bertahap. Hingga akhir Agustus tahun depan.

“Tentunya ada progres yang bisa kami laporkan ke Pemkot. Yang bocor diselesaikan itu perawatan kecil saja,” tutur dia. Ia belum bisa mengkalkulasi berapa kebutuhan anggaran pembiayaan untuk perbaikan ini. Menurutnya pengecatan dinding bagian depan sudah dilakukan beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Pipa Jargas Bontang Bocor Lagi, Distribusi ke Sejumlah Kelurahan Terhenti

“Tinggal bagian belakang untuk dilanjutkan,” terangnya. Setelah kalkulasi selesai, PT LBB akan berkoordinasi dengan Bagian Aset BPKAD terkait skema anggaran perawatan. Mengingat PT LBB juga akan membayar bagi hasil dengan skema 60 persen ke kas daerah dan 40 persen ranah PT LBB. Berdasarkan laba bersih yang didapatkan.

“Kami akan tawarkan seperti apa nantinya untuk perawatan. Siapa tau dari Pemkot bisa bersama-sama,” sebutnya. Fasilitas yang perlu diperbaiki yakni fender. 12 unit mengalami kerusakan saat ini. Sarana ini untuk kapal bersandar. Satu unit kisarannya senilai 300 hingga 600 juta. “Lumayan itu anggarannya untuk satu unit. Kami minta dari APBD,” pungkasnya. (*)

Editor : Muhammad Rizki
#bontang #PT LBB #pelabuhan loktuan