Kepastian itu disampaikan Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, di Jakarta, Kamis (14/8).
“Benar,” singkatnya. Pernyataan tersebut juga diperkuat oleh politikus PDIP, Ganjar Pranowo, yang membenarkan pelantikan Hasto.
Baca Juga: Viral Dokter RSUD Sekayu Musi Banyuasin Dipaksa Lepas Masker Saat Berkunjung, Akhirnya Lapor Polisi
Hasto bukan wajah baru di jajaran inti PDIP. Ia pertama kali menjabat jabatan sekjen pada tahun 2014, menggantikan Tjahjo Kumolo yang saat itu diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri.
Statusnya dikukuhkan lewat Kongres IV PDIP pada 2015. Di bawah koordinasinya, partai banteng moncong putih sukses meraih kemenangan di Pemilu 2019.
Namun, karier politik Hasto sempat terguncang akibat keterlibatan dalam kasus suap terkait Harun Masiku. KPK menahan Hasto pada 20 Februari 2025 dan dijatuhi hukuman 3,5 tahun penjara.
Meski demikian, Megawati tetap mempertahankan posisinya sebagai sekjen selama proses hukum berjalan.
Hasto menghirup udara bebas pada 1 Agustus 2025 setelah mendapat amnesti. Pada hari yang sama, PDIP menggelar Kongres VI di Bali dan menetapkan Megawati kembali sebagai ketua umum.
Baca Juga: Selain Pati, Gelombang Protes Kenaikan PBB Merebak di Sejumlah Daerah
Meski saat itu namanya tidak tercantum sebagai sekjen dan posisi tersebut dipegang Megawati sebagai pelaksana tugas, akhirnya Hasto kembali dipercaya menduduki jabatan itu.
Editor : Uways Alqadrie