Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pulau Derawan Darurat Sampah, Limbah 46 Ton Per Hari Ancam Ekosistem Laut

Nasya Rahaya • Jumat, 15 Agustus 2025 | 06:25 WIB

SAMPAH: Kondisi TPS sementara Pulau Derawan, sebelum di-drop melalui kapal ke TPD Tanjung Batu. (NASYA/KP)
SAMPAH: Kondisi TPS sementara Pulau Derawan, sebelum di-drop melalui kapal ke TPD Tanjung Batu. (NASYA/KP)

KALTIMPOST.ID, BERAU – Pulau Derawan yang merupakan salah satu destinasi bahari kebanggaan Kabupaten Berau punya ancaman serius terkait sampah. Timbunan sampah dari aktivitas pariwisata dan warga setempat mencapai 46,1 ton per hari. Angka ini dinilai mengkhawatirkan untuk pulau kecil seluas 44,6 hektare yang menjadi kawasan konservasi laut.

Data Dinas Lingkungan Hidup setempat mencatat, timbulan terbesar berasal dari 80 bangunan non-rumah tangga—mulai penginapan, rumah makan, hingga usaha wisata. Sebagian besar sampah belum melalui proses pemilahan, bahkan kerap dibakar, dikubur, atau dibuang ke laut.

Baca Juga: Liburan ke Pulau Derawan Mahal? Simak Nih Pengalaman Titis dkk yang Baru Saja Manfaatkan Cuti Lebaran Healing ke Derawan

Kondisi ini berpotensi merusak ekosistem dan satwa ikonik Derawan, seperti penyu hijau dan terumbu karang. Kepala Kampung Derawan, Indra Mahardika, menyebut pengelolaan sampah di wilayahnya masih terbatas. “Sampah langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir, belum dipilah,” ujar Indra, pada Kamis (14/8).

Ia menegaskan, tanpa sistem yang terintegrasi, Derawan berisiko kehilangan daya tarik wisatanya. “Sampah plastik sudah jadi perhatian serius, karena mengancam laut dan masa depan pariwisata kami,” tegasnya. (*)

Editor : Muhammad Rizki
#berau #pulau derawan #derawan