Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Larangan Roblox Dinilai Bukan Solusi, Orang Tua Diminta Lebih Awas

Nasya Rahaya • Sabtu, 16 Agustus 2025 | 17:27 WIB
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kaltim, dr Diane Meytha Ginting Supit, SpA.
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kaltim, dr Diane Meytha Ginting Supit, SpA.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Wacana pemblokiran permainan Roblox khususnya dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) makin menggema karena dianggap berbahaya bagi anak. Namun, dokter anak menilai larangan bukan solusi utama.

“Kalau langsung dilarang, anak malah mencari cara lain. Yang penting itu pendampingan dan aturan dari orang tua,” ujar Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kaltim, dr Diane Meytha Ginting Supit, SpA, kepada Kaltim Post.

Menurut Diane, Roblox masih bisa memberi manfaat jika dimainkan dengan benar. “Ada sisi positif, seperti melatih kreativitas dan berpikir cepat. Tapi harus dipilih game yang sesuai usia dan sangat perlu pendampingan oleh orang tua,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya aturan tegas dari rumah. Anak tetap boleh bermain, tetapi hanya 1–2 jam sehari. “Kalau lebih dari itu, efek negatifnya yang dominan,” terangnya.

Diane juga mengingatkan agar orang tua tidak luluh menghadapi tantrum anak. “Kalau setiap marah lalu dituruti, anak akan belajar bahwa dengan menangis semua keinginannya bisa tercapai. Itu justru berbahaya,” katanya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#dokter #kpai #anak #larangan #blokir #Roblox