Sebanyak 16 orang dirawat di RSUD Poso, dua di antaranya kritis. Enam korban ditangani di Puskesmas Tokorondo, sementara sepuluh lainnya mengalami luka ringan. Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa.
“Kerusakan yang terdata sementara yakni 4 rumah rusak berat, 33 rumah rusak ringan, satu sekolah dasar, serta tiga gereja,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.
Gereja yang terdampak antara lain Gereja Jemaat Elim Masani, Gereja Gloria, dan GPDL Mahnaim.
BNPB bersama BPBD Poso terus melakukan pendataan di sejumlah desa, seperti Masani, Tokorondo, Towu, Pinedapa, Tangkura, Lape, dan Bega.
Kebutuhan mendesak saat ini berupa tenda, terpal, lampu taktis, selimut, makanan siap saji, perlengkapan bayi, obat-obatan, hingga kendaraan operasional.
Atas arahan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, tim Direktorat Dukungan Sumber Daya Darurat dikerahkan ke lokasi. Mereka ditugaskan untuk pendampingan, kaji cepat, serta mengelola posko darurat.
Editor : Uways Alqadrie