Namun DPRD Kaltim, lewat Komisi IV meminta BLUD tak sekadar mencari untung. Tapi juga meningkatnya kualitas pelayanan yang diberikan ke masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan, Dr Jaya Mualimin, mengaku tata kelola rumah sakit milik Pemprov tengah diupayakan meningkat dan didorong untuk terus berinovasi. "Pelayanan yang baik pasti berdampak ke pendapatan rumah sakit," lanjutnya.
Kelayakan rumah sakit menyediakan ruang rawat inap bisa jadi contoh sederhana dalam peningkatan layanan kesehatan.
Setiap BLUD Kaltim perlu menyiapkan sejumlah skema ketika ruang rawat inap penuh sehingga tak ada pelayanan dasar yang tertunda diberikan ke warga. "Tujuan BLUD kan memaksimalkan pelayanan dasar ke warga," sambungnya.
Dalam rapat kerja dengan Komisi IV, dewan meminta agar ada kontrol dan laporan rutin dari setiap BLUD yang bisa ditembuskan ke meja kerja para legislator. Terlebih, kesehatan jadi salah satu program unggulan yang dicanangkan kepala daerah.
Soal pendapatan, setiap BLUD punya proyeksinha masing-masing. Tercatat, RSUD AW Syahranie meraup untung sekitar Rp545 miliar per tahun. Disusul RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan Rp478 miliar. RS Atma Husada Rp23 miliar, Rumah Sakit Mata Rp14 miliar, dan RS AMS Rp1,8 miliar.
Dalam delapan tahun terakhir, BLUD Kaltim selalu mencatat surplus. Neraca keuangan aman. Yang tersisa kini, bagaimana membuat pasien merasa lebih aman saat masuk rumah sakit. Karena, laba memang penting, tapi pelayanan yang dikenang.
Editor : Uways Alqadrie